Cari Blog Ini

Sabtu, 19 November 2011

Keluhan Umum Pada Masa Kehamilan Beserta Penyebab dan Cara Mengatasinya 

Ibu biasanya akan menderita berbagai rasa tak nyaman selama kehamilan (paling umum seperti sesak nafas, kulit kering, kram, bengkak pada pergelangan kaki). Keluhan-keluhan ini meski mengkhawatirkan, masih dianggap normal ketidaknyamanan terjadi karena adanya perubahan hormonal. Konsultasi dengan dokter jika ibu menderita sakit kepala berat, pandangan mata kabur, sakit perut berat, pendarahan vagina, atau sering muntah.


Berikut ini adalah beberapa keluhan pada masa kehamilan yang biasa diderita ibu hamil beserta penyebab dan cara mengatasinya :  

  • Sakit Punggung ; Penyebab : Melemah dan meregangnya tulang panggul, untuk memberi jalan keluar saat bayi dilahirkan. Cara mengatasi : Selama hamil ibu harus tetap menjaga sikap tubuh yang baik. Berat bayi dalam kendungan menarik tubuh ke depan hingga ibu cenderung mendorong tubuh ke belakang sebagai imbangan, terutama pada kehamilan tri semester akhir. Waspadai sikap tubuh saat melakukan apa pun. Jangan mengangkat barang berat. Pakai hak sepatu atau sandal yang rendah, hak tinggi membuat berat tubuh ibu kian terdorong ke depan. Lakukan pemijatan dan olah raga ringan.  
  • Gusi berdarah ; Penyebab : Pada masa kehamilan gusi menjadi lebih lembut, mudah bengkak, gusi meradang dan gigi keropos. Cara mengatasinya : Sikat gigi dan bersihkan dengan benang khusus setiap habis makan. Kunjungi dokter gigi jika ada masalah dengan gigi dan periksalah gigi maupun gusi secara teratur.  
  • Diare ; Penyebab : Infeksi atau virus. Cara mengatasinya : Perbanyak minum air untuk mengganti cairan yang keluar. Konsultasikanlah dengan dokter jika berkelanjutan. 
  • Merasa mau pingsan ; Penyebab : Tekanan darah rendah. Cara Mengatasinya : Duduk dan letakkan kepala diantara lutut. Berdiri perlahan setelah berendam di air hangat atau berbaring.  
  • Sering kencing (Anyang-anyangan) ; Penyebab : Rahim menekan kandung kemih. Cara Mengatasinya : Kurangi minum pada malam hari. 
  • Insomnia (sulit tidur) ;  Penyebab : Besarnya kandungan membuat susah merasa nyaman di tempat tidur. Cara Mengatasinya : Relaksasi ringan, Tidurlah dengan posisi kaki menyandar di dinding, atau diganjal bantal di bawah satu kaki.  
  • Sakit buah dada ; Penyebabnya : Perubahan hormonal. Cara Mengatasinya : Pakailah BH yang menyangga buah dada dengan baik. Oleskan baby lotion atau baby oil untuk puting susu yang terluk.
  • Sembelit ; Penyebabnya : Bayi menekan menyebabkan pembengkakan pada saluran pembuangan. Cara Mengatasinya : Hindari mengejan. Makanlah makanan yang banyak serat. Dokter akan memeberi salep untuk mengatasi rasa perih.  
  • Gatal di bawah buah dada atau di lipatan paha ;  Penyebabnya : Terjadi karena kegemukan Cara mengatasinya : Basuhlah sesering mungkin bagian tersebut dengan sabun non parfum dan oleskan lotian khusus untuk biang keringat. Pakailah baju katun yang longgar.  
  • Garis regangan berwarna merah di paha, perut, atau dada, yang berubah menjadi garis berwarna putih ; Penyebabnya : Kulit mereggang di luar kemampuan elastisitas normal. Kegemukan juga bisa menjadi penyebabnya. Cara mengatasinya : Hindari penambahan berat badan terlalu cepat. Minyak atau krim dapat melembutkan kulit, tetapi tidak dapat mencegah tumbuhnya garis.

  • Keringat berlebih ; Penyebabnya : Perubahan hormonal. Cara Mengatasinya : Gunakan baju katun yang longgar dan minumlah air sebanyak mungkin.  
  • Keputihan dan gatal-gatal ; Penyebabnya : Perubahan hormonal. Cara mengatasinya : Hindari celana dalam atau celana panjang ketat. Pakailah bahan katun. Berkonsultasilah pada dokter.  
  • Pembengkakan pada tangan, kaki dan muka ; Penyebabnya : Banyak berdiri, perubahan hormonal menyebabkan penimbunan sodium. Cara Mengatasinya : Hindari berdiri terlalu lama dan beristirahatlah dengan posisi kaki terangkat. Kurangi garam pada makanan.

Rabu, 16 November 2011

Penyakit Pada Kehamilan dan Obatnya


Penyakit Pada Kehamilan

Setiap wanita hamil akan memiliki tingkat derajat mual yang berbeda-beda, ada yang tidak terlalu merasakan apa-apa, tapi ada juga yang merasa mual dan bahkan ada yang merasa sangat mual dan muntah setiap saat sehingga memerlukan pengobatan(hiperemesis gravidarum).Mual muntah yang terjadi pada ibu hamil, pusat muntahnya berada di daerah Chemoreceptor Trigger Zone (CTZ) dan Vagal.
Beberapa hal yang dapat membantu mengatasi mual-muntah selama awal kehamilan adalah:
a) Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi besar hanya akan menambah mual.
b) Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit, dll
c) Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkan snak atau biscuit didekat tempat tidur, dan dapat dimakan terlebih dahulu sebelum mencoba untuk berdiri.
d) Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual.
e) Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat.
f) Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi tetap memerlukan folat untuk kehamilan. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan dikonsumsi. Dan dokter mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan.
g) Vitamin B6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter untuk pemakaiannya.
h) Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya.
i) Istirahat dan relax akan sangat membantu mengatasi rasa mual muntah. Karena bila stress hanya akan memperburuk rasa mual. Coba beristirahat yang cukup dan santai, dengarkan musik, membaca buku bayi atau majalah kesayangan, dll.

Obat–obat mual-muntah yang aman bagi ibu hamil adalah yang termasuk dalam kategori A dan B, yaitu:
a) Dimenhidrinat, Difenhidramin, Metoklopramid (kategori A)
b) Domperidon, Hiosin, Hiosin Hidrobromida (kategori B)
c) Vitamin B6 (sampai 100 mg/hari)

Banyak wanita hamil menderita nyeri pada ulu hati karena ulkus. Hal ini menjadi perhatian karena hasil penelitian terbaru menyebutkan bahwa obat yang digunakan untuk menekan timbulnya asam lambung yang dikonsumsi ibu hamil, ternyata dapat meningkatkan risiko terjadinya asma pada bayi.
Data diperoleh dari sedikitnya 30.000 anak dimana ibunya mengkonsumsi obat penekan asam lambung saat hamil, ternyata 51% dari anaknya menderita bersin, kesulitan bernafas dan gejala lainnya yang berkaitan dengan asma. Para ahli menyebutkan obat maag yang dapat menimbulkan asma pada anak adalah golongan H2 blocker dan proton pump inhibitor.

a) Ulkus Peptikum
Ulkus Peptikum adalah luka berbentuk bulat atau oval yang terjadi karena lapisan lambung atau usus dua belas jari (duodenum) telah termakan oleh asam lambung dan getah pencernaan.Ulkus yang dangkal disebut erosi.
Pepsin adalah suatu enzim yang bekerja sama dengan asam klorida (HCl) yang dihasilkan oleh lapisan lambung untuk mencerna makanan, terutama protein.
Ulkus peptikum terjadi pada lapisan saluran pencernaan yang telah terpapar oleh asam dan enzim-enzim pencernaan, terutama pada lambung dan usus dua belas jari.
Nama dari ulkus menunjukkan lokasi anatomis atau lingkungan dimana ulkus terbentuk.
b) Ulkus duodenalis
Ulkus duodenalis merupakan jenis ulkus peptikum yang paling banyak ditemukan, terjadi pada duodenum (usus dua belas jari), yaitu beberapa sentimeter pertama dari usus halus, tepat dibawah lambung.
c) Ulkus gastrikum
Ulkus gastrikum lebih jarang ditemukan, biasanya terjadi di sepanjang lengkung atas lambung. Jika sebagian dari lambung telah diangkat, bisa terjadi ulkus marginalis, pada daerah dimana lambung yang tersisa telah disambungkan ke usus.
Regurgitasi berulang dari asam lambung ke dalam kerongkongan bagian bawah bisa menyebabkan peradangan (esofagitis) dan ulkus esofagealis. Ulkus yang terjadi dibawah tekanan karena penyakit berat, luka bakar atau cedera disebut ulkus karena stres.

Ulkus terjadi jika mekanisme pertahanan yang melindungi duodenum atau lambung dari asam lambung menurun, misalnya jika terjadi perubahan dalam jumlah mukosa yang dihasilkan. Penyebab dari menurunnya mekanisme pertahanan ini tidak diketahui. Hampir setiap orang menghasilkan asam lambung, tetapi hanya 1 diantara 10 yang membentuk ulkus. Setiap orang menghasilkan asam lambung dalam jumlah yang berlainan dan pola pembentukan asam ini cenderung menetap sepanjang hidup seseorang.
Bayi dapat digolongkan sebagai penghasil asam yang rendah, sedang atau tinggi. Penghasil asam yang tinggi memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk menderita ulkus peptikum dibandingkan dengan penghasil asam yang rendah. Tetapi sebagian besar penghasil asam yang tinggi tidak pernah memiliki ulkus dan beberapa penghasil asam yang rendah memiliki ulkus. Karena itu jelas terlihat, bahwa terdapat faktor lainnya yang berperan dalam pembentukan ulkus, selain sekresi asam.
Banyak penderita ulkus duodenalis yang memiliki bakteri Helicobacter pylori dalam lambungnya, dan bakteri ini diduga merupakan penyebab utama dari ulkus peptikum. Peran bakteri dalam terbentuknya suatu ulkus, masih belum jelas. Bakteri bisa mempengaruhi pertahanan normal terhadap asam lambung atau menghasilkan racun yang berperan dalam pembentukan ulkus. Ulkus duodenalis hampir tidak pernah berubah menjadi suatu keganasan (kanker).
Ulkus gastrikum berbeda dengan ulkus duodenalis, yaitu bahwa ulkus gastrikum cenderung timbul di kemudian hari. Obat-obat tertentu (terutama aspirin, ibuprofen dan obat anti peradangan non-steroid lainnya), menyebabkan timbulnya erosi dan ulkus di lambung, terutama pada usia lanjut. Erosi dan ulkus ini cenderung akan membaik jika pemakaian obat tersebut dihentikan dan jarang kambuh kembali kecuali jika obat digunakan kembali. Beberapa ulkus gastrikum yang ganas juga akan membaik secara perlahan, sehingga sulit untuk membedakannya dari ulkus gastrikum yang jinak.

Gejala dari Ulkus

Ciri khas dari ulkus adalah cenderung sembuh dan kambuh kembali.
Gejalanya bervariasi tergantung dari lokasinya dan usia penderita. Anak-anak dan usia lanjut bisa tidak memiliki gejala yang umum atau bisa tidak memiliki gejala sama sekali. Ulkus ditemukan hanya setelah terjadinya komplikasi.
Hanya separuh dari penderita yang memiliki gejala khas dari ulkus duodenalis, yaitu nyeri lambung, perih, panas, sakit, rasa perut kosong dan lapar.
Nyeri cenderung dirasakan pada saat perut kosong. Keluhan biasanya tidak timbul pada saat bangun tidur pagi, tetapi baru dirasakan beberapa saat kemudian.
Nyeri dirasakan terus menerus, sifatnya ringan atau agak berat dan terlokalisir di tempat tertentu, yaitu hampir selalu dirasakan tepat dibawah tulang dada.
Minum susu, makan atau minum antasid bisa mengurangi nyeri, tetapi nyeri biasanya akan kembali dirasakan dalam 2-3 jam kemudian. Penderita sering terbangun pada jam 1-2 pagi karena nyeri. Nyeri sering muncul satu kali atau lebih dalam satu hari, selama satu sampai beberapa minggu dan kemudian bisa menghilang tanpa pengobatan.
Tetapi nyeri biasanya akan kambuh kembali, dalam 2 tahun pertama dan kadang setelah beberapa tahun. Penderita biasanya memiliki pola tertentu dan mereka mengetahui kapan kekambuhan akan terjadi (biasanya selama mengalami stres).
Gejala ulkus gastrikum seringkali tidak memiliki pola yang sama dengan ulkus duodenalis. Makan bisa menyebabkan timbulnya nyeri, bukan mengurangi nyeri. Ulkus gastrikum cenderung menyebabkan pembengkakan jaringan yang menuju ke usus halus, sehingga bisa menghalangi lewatnya makanan yang berasal dari lambung. Hal ini bisa menyebabkan perut kembung, mual atau muntah setelah makan.

Penderita esofagitis atau ulkus esofagealis, biasanya merasakan nyeri pada saat menelan atau pada saat berbaring. Gejala yang lebih berat akan timbul jika terjadi komplikasi dari ulkus peptikum (misalnya perdarahan).

Sebagian besar ulkus bisa disembuhkan tanpa disertai komplikasi lanjut.
Tetapi pada beberapa kasus, ulkus peptikum bisa menyebabkan komplikasi yang bisa berakibat fatal, seperti penetrasi, perforasi, perdarahan dan penyumbatan.
a) Penetrasi
Sebuah ulkus dapat menembus dinding otot dari lambung atau duodenum dan sampai ke organ lain yang berdekatan, seperti hati atau pankreas. Hal ini akan menyebabkan nyeri tajam yang hebat dan menetap, yang bisa dirasakan diluar daerah yang terkena (misalnya di punggung, karena ulkus duodenalis telah menembus pankreas). Nyeri akan bertambah jika penderita merubah posisinya. Jika pemberian obat tidak berhasil mengatasi keadaan ini, mungkin perlu dilakukan pembedahan.
b) Perforasi
Ulkus di permukaan depan duodenum atau (lebih jarang) di lambung bisa menembus dindingnya dan membentuk lubang terbuka ke rongga perut.
Nyeri dirasakan secara tiba-tiba, sangat hebat dan terus menerus, dan dengan segera menyebar ke seluruh perut. Penderita juga bisa merasakan nyeri pada salah satu atau kedua bahu, yang akan bertambah berat jika penderita menghela nafas dalam. Perubahan posisi akan memperburuk nyeri sehingga penderita seringkali mencoba untuk berbaring mematung. Bila ditekan, perut terasa nyeri. Demam menunjukkan adanya infeksi di dalam perut. Jika tidak segera diatasi bisa terjadi syok. Keadaan ini memerlukan tindakan pembedahan segera dan pemberian antibiotik intravena.
c) Perdarahan
Perdarahan adalah komplikasi yang paling sering terjadi. Gejala dari perdarahan karena ulkus adalah:
• muntah darah segar atau gumpalan coklat kemerahan yang berasal dari makanan yang sebagian telah dicerna, yang menyerupai endapan kopi
• tinja berwarna kehitaman atau tinja berdarah. Dengan endoskopi dilakukan kauterisasi ulkus.
• Bila sumber perdarahan tidak dapat ditemukan dan perdarahan tidak hebat, diberikan pengobatan dengan antagonis-H2 dan antasid.
• Penderita juga dipuasakan dan diinfus, agar saluran pencernaan dapat beristirahat.
• Bila perdarahan hebat atau menetap, dengan endoskopi dapat disuntikkan bahan yang bisa menyebabkan pembekuan.
• Jika hal ini gagal, diperlukan pembedahan.
d) Penyumbatan
Pembengkakan atau jaringan yang meradang di sekitar ulkus atau jaringan parut karena ulkus sebelumnya, bisa mempersempit lubang di ujung lambung atau mempersempit duodenum. Penderita akan mengalami muntah berulang, dan seringkali memuntahkan sejumlah besar makanan yang dimakan beberapa jam sebelumnya.
Gejala lainnya adalah rasa penuh di perut, perut kembung dan berkurangnya nafsu makan. Lama-lama muntah bisa menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi dan ketidakseimbangan mineral tubuh. Mengatasi ulkus bisa mengurangi penyumbatan, tetapi penyumbatan yang berat memerlukan tindakan endoskopik atu pembedahan.

Diagnosa

Nyeri lambung yang khas merupakan petunjuk adanya ulkus. Diperlukan beberapa pemeriksaan untuk memperkuat diagnosis karena kanker lambung juga bisa menyebabkan gejala yang sama.
a) Endoskopi adalah suatu prosedur dimana sebuah selang lentur dimasukkan melalui mulut dan bisa melihat langsung ke dalam lambung. Pada pemeriksaan endoskopi, bisa diambil contoh jaringan untuk keperluan biopsi. Keuntungan dari endoskopi:
• lebih dapat dipercaya untuk menemukan adanya ulkus dalam duodenum dan dinding belakang lambung dibandingkan dengan pemeriksaan rontgen
• lebih bisa diandalkan pada penderita yang telah menjalani pembedahan lambung
• bisa digunakan untuk menghentikan perdarahan karena ulkus.
b) Rontgen dengan kontras barium dari lambung dan duodenum (juga disebut barium swallow atau seri saluran pencernaan atas) dilakukan jika ulkus tidak dapat ditemukan dengan endoskopi.
c) Analisa lambung merupakan suatu prosedur dimana cairan lambung dihisap secara langsung dari lambung dan duodenum sehingga jumlah asam bisa diukur. Prosedur ini dilakukan hanya jika ulkusnya berat atau berulang atau sebelum dilakukannya pembedahan.
d) Pemeriksaan darah tidak dapat menentukan adanya ulkus, tetapi hitung jenis darah bisa menentukan adanya anemia akibat perdarahan ulkus. Pemerisaan darah lainnya bisa menemukan adanya Helicobacter pylori.

Pengobatan

Salah satu segi pengobatan ulkus duodenalis atau ulkus gastrikum adalah menetralkan atau mengurangi keasaman lambung. Proses ini dimulai dengan menghilangkan iritan lambung (misalnya obat anti peradangan non-steroid, alkohol dan nikotin).
Makanan cair tidak mempercepat penyembuhan maupun mencegah kambuhnya ulkus. Tetapi penderita hendaknya menghindari makanan yang tampaknya menyebabkan semakin memburuknya nyeri dan perut kembung.

Antasid mengurangi gejala, mempercepat penyembuhan dan mengurangi jumlah angka kekambuhan dari ulkus. Sebagian besar antasid bisa diperoleh tanpa resep dokter.
Kemampuan antasid dalam menetralisir asam lambung bervariasi berdasarkan jumlah antasid yang diminum, penderita dan waktu yang berlainan pada penderita yang sama. Pemilihan antasid biasanya berdasarkan kepada rasa, efek terhadap saluran pencernaan, harga dan efektivitasnya. Tablet mungkin lebih disukai, tetapi tidak seefektif obat sirup.
(1) Antasid yang dapat diserap
Obat ini dengan segera akan menetralkan seluruh asam lambung.
Yang paling kuat adalah natrium bikarbonat dan kalsium karbonat, yang efeknya dirasakan segera setelah obat diminum. Obat ini diserap oleh aliran darah, sehingga pemakaian terus menerus bisa menyebabkan perubahan dalam keseimbangan asam-basa darah dan menyebabkan terjadinya alkalosis (sindroma alkali-susu). Karena itu obat ini biasanya tidak digunakan dalam jumlah besar selama lebih dari beberapa hari.
(2) Antasid yang tidak dapat diserap
Obat ini lebih disukai karena efek sampingnya lebih sedikit, tidak menyebabkan alkalosis. Obat ini berikatan dengan asam lambung membentuk bahan yang bertahan di dalam lambung, mengurangi aktivitas cairan-cairan pencernaan dan mengurangi gejala ulkus tanpa menyebabkan alkalosis. Tetapi antasid ini mempengaruhi penyerapan obat lainnya (misalnya tetracycllin, digoxin dan zat besi) ke dalam darah.
(3) Alumunium Hidroksida
Merupakan antasid yang relatif aman dan banyak digunakan. Tetapi alumunium dapat berikatan dengan fosfat di dalam saluran pencernaan, sehingga mengurangi kadar fosfat darah dan mengakibatkan hilangnya nafsu makan dan lemas. Resiko timbulnya efek samping ini lebih besar pada penderita yang juga alkoholik dan penderita penyakit ginjal (termasuk yang menjalani hemodialisa). Obat ini juga bisa menyebabkan sembelit.
(4) Magnesium Hidroksida
Merupakan antasid yang lebih efektif daripada alumunium hidroksida.
Dosis 4 kali 1-2 sendok makan/hari biasanya tidak akan mempengaruhi kebiasaan buang air besar; tetapi bila lebih dari 4 kali bisa menyebabkan diare. Sejumla kecil magnesium diserap ke dalam darah, sehingga obat ini harus diberikan dalam dosis kecil kepada penderita yang mengalami kerusakan ginjal. Banyak antasid yang mengandung magnesium dan alumunium hidroksida.


Obat-Obat Ulkus


Ulkus biasanya diobati minimal selama 6 minggu dengan obat-obatan yang
mengurangi jumlah asam di dalam lambung dan duodenum. Obat ulkus bisa menetralkan atau mengurangi asam lambung dan meringankan gejala, biasanya dalam beberapa hari.
a. Sucralfate.
Sucralfate digunakan untuk perawatan dan pencegahan radang lambung. Obat
Generik yang diberinama Sucralfate ini juga mempunyai nama dagang yaitu Carafate. Cara kerjanya adalah dengan membentuk selaput pelindung di dasar ulkus untuk mempercepat penyembuhan. Sangat efektif untuk mengobati ulkus peptikum dan merupakan pilihan kedua dari antacid. Sucralfate diminum 3-4 kali/hari dan tidak diserap ke dalam darah, sehingga efek sampingnya sedikit, tetapi bisa menyebabkan sembelit.

Mekanisme
Berikut ini hal-hal yang penting dalam mekanisme Sucralfate :
1. Sucralfate mengikat permukaan dari luka (melekat pada suatu protein) dan menutupi luka,obat ini mempunyai peranan sebagai perlindungan pada permukaan luka yang meluas akibat luka yang ditimbulkan oleh pengaruh asam dan pepsin.
2. Sucralfate secara langsung menghambat keja pepsin ( enzim yang akan memecah protein ) dari asam lambung.
3. Sucralfate mengikat garam empedu yang berasal dari hati sehingga dapat melindungi lapisan perut yang terluka akibat asam empedu.
4.Sucralfate akan meningkatkan produksi prostaglandin, dan prostaglandin itu
sendiri diketahui berfungsi untuk melindungi lapisan perut. Sucralfate diakui oleh FDA pada tahun 1981


Peringatan


Beberapa jenis obat yang mengalami absorpsi akan di ekskresikan ke berbagai organ ekskresi salah satunya melalui air susu ibu. Sucralfate juga mengalami absorpsi di traktus gastrointestinal dan sebagian kecil akan di ekskresikan melalui asi. Oleh sebab itu asi yang diberikan kepada bayi mengndung paling tidak sedikit sucralfate. Walaupun tidak ada data sucralfate aman pada ibu yang menyusui sebaiknya jangan memberikan asi kepada bayi sewaktu mengkonsumsi sucralfate
b) Antagonis H2
Contohnya adalah cimetidine, ranitidine, famotidine dan nizatidine.
Obat ini mempercepat penyembuhan ulkus dengan mengurangi jumlah asam dan enzim pencernaan di dalam lambung dan duodenum.
Diminum 1 kali/hari dan beberapa diantaranya bisa diperoleh tanpa resep dokter.
Pada pria cimetidine bisa menyebabkan pembesaran payudara yang bersifat sementara dan jika diminum dalam waktu lama dengan dosis yang tinggi bisa menyebabkan impotensi. Perubahan mental (terutama pada penderita usia lanjut), diare, ruam, demam dan nyeri otot telah dilaporkan terjadi pada 1% penderita yang mengkonsumsi cimetidine.
Jika penderita mengalami salah satu dari efek samping tersebut diatas, maka sebaiknya cimetidine diganti dengan antagonis H2 lainnya.
Cimetidine bisa mempengaruhi pembuangan obat tertentu dari tubuh (misalnya teofilin untuk asma, warfarin untuk pembekuan darah dan phenytoin untuk kejang).
c) Omeprazole dan Lansoprazole
Merupakan obat yang sangat kuat menghambat pembentukan enzim yang diperlukan lambung untuk membuat asam. Obat ini dapat secara total menghambat pelepasan asam dan efeknya berlangsung lama. Terutama efektif diberikan kepada penderita esofagitis dengan atau tanpa ulkus esofageal dan penderita penyakit lainnya yang mempengaruhi pembentukan asam lambung (misalnya sindroma Zollinger-Ellison).
d) Antibiotik
Digunakan bila penyebab utama terjadinya ulkus adalah Helicobacter pylori.
Pengobatan terdiri dari satu macam atau lebih antibiotik dan obat untuk mengurangi atau menetralilsir asam lambung.
Yang paling banyak digunakan adalah kombinasi bismut subsalisilat (sejenis sucralfate) dengan tetracyclin dan metronidazole atau amoxycillin.
Kombinasi efektif lainnya adalah omeprazole dan antibiotik.
Pengobatan ini bisa mengurangi gejala ulkus, bahkan jika ulkus tidak memberikan respon terhadap pengobatan sebelumnya atau jika ulkus sering mengalami kekambuhan. D
e) Misoprostol
Digunakan untuk mencegah ulkus gastrikum yang disebabkan oleh obat-obat anti peradangan non-steroid. Obat ini diberikan kepada penderita artritis yang mengkonsumsi obat anti peradangan non-steroid dosis tinggi. Tetapi obat ini tidak digunakan pada semua penderita artritis tersebut karena menyebabkan diare (pada 30% penderita).

Pembedahan
Jarang diperlukan pembedahan untuk mengatasi ulkus karena pemberian obat sudah efektif. Pembedahan terutama dilakukan untuk :
a. mengatasi komplikasi dari ulkus peptikum (misalnya prforasi, penyumbatan yang
tidak memberikan respon terhadap pemberian obat atau mengalami kekambuhan) dua kali atau lebih perdarahan karena ulkus.
b. ulkus gastrikum yang dicurigai akan menjadi ganas.
c. ulkus peptikum yang berat dan sering kambuhan. Tetapi setelah dilakukan pembedahan, ulkus masih dapat kambuh dan dapat timbul masalah-masalah lain seperti pencernaan yang buruk, anemia dan penurunan berat badan.
Jadi obat-obat yang aman untuk ibu hamil Antasid, Simetidin, Famotidin, Ranitidin, Sukralfat.

Konseling Mengatasi Nyeri Ulu Hati Saat Hamil:

a. Konsumsi makanan ringan sesering mungkin dalam sehari
b. Makanlah dengan perlahan, jangan terburu-buru
c. Hindari makanan gorengan, berlemak, pedas, coklat, mint, soft drink, jus jeruk, jus tomat atau saos tomat.
d. Hindari posisi berbaring setelah makan
e. Saat berbaring, posisi kepala lebih tinggi dari kaki
f. Konsultasikan ke dokter bila membutuhkan obat penekan asam lambung
g. Gunakan pakaian yang longgar. Bila menggunakan pakaian yang sempit dapat meningkatkan tekanan pada perut.

OBAT UNTUK IBU MENYUSUI
Obat yang diminum oleh ibu menyusui dapat diekskresikan melalui air susu, sehingga dapat terminum oleh bayi. Sedapat mungkin menghindari penggunaan obat pada ibu menyusui atau jika pemnggunaan obat terus dilanjutkan maka ASI harus dihentikan. Jika penggunaan obat dianjurkan, dan masih tetap member ASI pada bayi, maka diharuskan untuk memilih obat dengan efek teraman pada bayi, atau obat-obat yang memiliki ijjin untuk digunakan pada bayi. Apabila menggunakan obat selama menyusui, maka harus dipantau/dimonitoring efek obat tersebut pada bayi, dan dianjurkan kepada ibu untuk meminum obat segera setelah menyusui.

1. Obat Bebas (OTC) yang Aman
a. Anti mual : Vitamin B6 (maksimum 100mg/hari diminum 1/2 jam sebelum makan)
b. Pereda nyeri uluhati (heartburn) : jenis Antasida

2. Edukasi penggunaan obat pada ibu menyusui
a.Penggunaan obat yang tidak diperlukan harus dihindari. Jika pengobatan memang diperlukan, perbandingan manfaat/risiko harus dipertimbangkan pada ibu maupun bayinya.
b.Obat yang diberi ijin untuk digunakan pada bayi umumnya tidak membahayakan
c.Neonatus (dan khususnya bayi yang lahir prematur) mempunyai risiko lebih besar terhadap paparan obat melalui ASI. Hal ini disebabkan oleh fungsi ginjal dan hati yang belum berkembang, sehingga berisiko terjadi penimbunan obat
d.Harus dipilih rute pemberian dan pembagian obat yang menghasilkan jumlah kadar obat terkecil yang sampai pada bayi
e.Hindari atau hentikan sementara menyusu
f.Jika suatu obat digunakan selama menyusui, maka bayi harus dipantau secara cermat terhadap efek samping yang mungkin terjadi
g.Sebaiknya dihindari obat baru, yang hanya memiliki sedikit data

Selasa, 15 November 2011

OBAT-OBAT YANG AMAN BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI


OBAT-OBAT YANG AMAN BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI
A. OBAT UNTUK IBU HAMIL

Pendahuluan
Hendaknya berhati-hati dalam mengkonsumsi obat apabila sedang dalam kondisi hamil. Banyak obat-obatan yang dapat melewati sawar darah uri (fetoplacental barrier, semacam saringan darah yang terdapat pada ari-ari), yang kemudian menimbulkan efek buruk bagi janin yang dikandung. Oleh karena itu, diharapkan ibu hamil selalu mencari informasi lain atau second opinion terhadap obat-obat yang dikonsumsi, diberikan atau diresepkan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang pemberian obat selama kehamilan antara lain :
1. Tidak ada obat yang dianggap 100% aman bagi perkembangan janin.
2. Obat diberikan jika manfaatnya lebih besar daripada resikonya baik bagi ibu maupun janin. Jika mungkin, semua obat dihindari pada tiga bulan pertama kehamilan (trimester I), karena saat ini organ tubuh janin dalam masa pembentukan.
3. Metabolisme obat pada saat hamil lebih lambat daripada saat tidak hamil, sehingga obat lebih lama berada dalam tubuh.
4. Pengalaman penggunaan obat terhadap wanita hamil sangat terbatas, karena uji klinis obat saat akan dipasarkan tidak boleh dilakukan pada wanita hamil.

Selain itu ada hal-hal penting yang harus dipertimbangkan dalam pemberian obat pada wanita hamil :
1) Keamanan : meski ada obat lain yang efektivitasnya lebih baik, tapi jika keamanannya
bagi ibu hamil belum diketahui, lebih baik tidak diberikan.
2) Dosis : pada awalnya pemberian obat harus dalam dosis rendah. Jika perlu, penambahan dosis diberikan sedikit demi sedikit sampai tercapai efek terapi yang diinginkan.
3) Durasi pemberian : jika tidak diperlukan sekali, pemberian obat tidak boleh terlalu lama. Pemberian bermacam obat sedapat mungkin dihindari demi keselamatan ibu dan bayinya.
4) Selain ketiga hal tersebut, jenis dan cara kerja obat juga menjadi pertimbangan sebelum diberikan kepada ibu hamil.

B. Klasifikasi Obat Untuk Ibu Hamil
Therapeutic Good Administration Australia (TGA, 2005) mengkategorikan obat
menurut beberapa kelompok. Pengkategorian tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
a. Kategori A : Obat-obat yang telah konsumsi oleh sejumlah besar wanita hamil dan
wanita usia subur tanpa adanya bukti peningkatan frekuensi cacat lahir atau efek membahayakan baik langsung maupun tidak langsung pada janin. Contoh : Antasid (Obat Maag), Dimenhidrinat, Difenhidramin, Metoklopramid (antimuntah).
b. Kategori B : Obat-obat yang telah dikonsumsi oleh sejumlah kecil wanita hamil atau wanita usia subur, tanpa peningkatan frekuensi cacat lahir atau efek membahayakan baik langsung maupun tidak langsung pada janin. Contoh: Simetidin, Famotidin, Ranitidin, Sukralfat (Obat Maag), Domperidon, Hiosin, Hiosin Hidrobromida (Antimuntah).
c. Kategori C : Obat-obat, karena efek farmakologinya, menyebabkan atau dicurigai menyebabkan efek berbahaya pada janin atau bayi baru lahir tanpa menyebabkan cacat lahir. Efek tersebut mungkin reversibel (dapat kembali normal). Contoh : Diklofenak, Ibuprofen, Ketoprofen, Ketorolac, Asam Mefenamat, Piroksikam (Antinyeri), Kotrimoksazol (Antibiotik, gol Sulfonamid).
d. Kategori D : Obat-obat yang menyebabkan, dicurigai menyebabkan, atau diperkirakan menyebabkan peningkatan angka kejadian cacat lahir atau kerusakan yang irreversibel (tidak bisa diperbaiki lagi). Obat-obat golongan ini mungkin juga mempunyai efek farmakologi yang merugikan. Contoh : Kaptopril (antihipertensi, gol ACE Inhibitor), Losartan, Valsartan (antihipertensi, gol Angiotensin II Reseptor Antagonis), Doksisiklin, Minosiklin, Tetrasiklin (antibiotika, gol Tetrasiklin), Amikasin, Gentamisin, Kanamisin, Neomisin (antibiotika, gol aminoglikosid).
e. Kategori X : Obat-obat yang berisiko tinggi menyebabkan kerusakan permanen pada janin. Obat-obat ini sebaiknya tidak digunakan pada kehamilan atau keadaan dimana seorang wanita diperkirakan telah hamil. Contoh : Misoprostol (Obat Maag).
Catatan : Untuk obat pada kategori B, data penggunaan pada manusia kurang atau tidak cukup, oleh karena itu subkategori tersebut didasarkan pada data penggunaan pada hewan coba. Kategori B tidak berarti lebih aman daripada kategori C. Obat-obat pada kategori D tidak secara mutlak dikontraindikasikan pada kehamilan (misalnya, antikonvulsan).
Dari bukti penelitian di Amerika, 60-75% perempuan hamil umumnya menggunakan 3-10 jenis obat selama kehamilannya. Obat-obatan kebanyakan diberikan untuk mengatasi keluhan yang paling umum, seperti pusing, nyeri, demam, serta mual.

Jumat, 22 Januari 2010

Perhatian Ekstra Bagi Wanita....

Area seputar organ intim wanita memang sangat rentan dengan virus dan bakteri penyebab infeksi. Nah, saatnya Anda peka dengan kebersihannya. Jangan terbiasa membilas organ intim dengan air di toilet umum karena tidak terjamin kebersihannya hingga dapat menyebabkan gatal. Untuk pilihan aman, basuh dengan menggunakan tisu. Saat tiba di rumah basuh dengan air hangat untuk membunuh jamur dan bakteri yang mudah mati dalam suhu tinggi. Setelahnya keringkan dengan menggunakan handuk.
Jadi, selalu sediakan tisu dalam tas anda.

Faktanya "Genangan air dalam ember toilet umum mengandung 70% jamur candida abicans penyebab keputihan".

Kamis, 21 Januari 2010

Probema Alat Kelamin Wanita.....

Apa penyebab gatal dan perih pada organ intim anda ?? Kenali tandanaya....

Iritasi
Kulit akan memerah dan sedikit meradang, hinnga timbul rasa gatal.Menggunakan celana yang terlalu ketat dapat memperparah peradangan. Hindari garukan kuku saat terasa gatal yang dapat menyebabkan rasa nyeri dan panas setelahnya.

Alergi
Reaksi yang ditimbulkan biasanya berupa gatal dan kemerahan. Sebaliknya anda peka dan menghindari semua zat yang dapat menyebabkan alergi.

Infeksi
Keluarnya cairan putih encer atau kental yang berwarna kekuningan dari lubang alat kelamin wanita. Efek bahaya bisa dideteksi sesuai bantuk cairan yang keluar.

"Jaga agar alat kelamin wanita bersih dan sehat"

Rabu, 20 Januari 2010

"Kurangi Nyeri Saat Haid?"

Nyeri yang menganggu hingga kram perut sering melanda saat haid? Simak tip agar rasa itu tak lagi menganggu aktivitas Anda....

* Kompres bagian perut atau pinngang yang terasa sakit dengan botol yang berisikan air hangat.
* Mandi dengan menggunakan air hangat atau aromaterapi untuk membuat tubuh relaks.
* Banyak minum minuman dengan kandungan kalsium tinggi.
* Saat berada di ruma, posisikan tubuh menungging agar rahim tergantung ke bawah.
* Kurangi sres agar haid lancar.

Selasa, 19 Januari 2010

Keputihan

Keputihan, Lelaki juga Bisa Kena ...

Keputihan bukan cuma milik wanita. Lelaki juga bisa kena. Mungkin dari istri di rumah. Bisa jadi dari wanita idaman lain. Keputihan wanita tidak selalu normal. Kapan itu sebagai gejala kanker kandungan. Tuan Pet, 43 tahun, sekali dalam hidupnya baru mendengar kalau lelaki bisa kena penyakit keputihan. Kali ini justru menimpa dirinya. Ia tadinya tidak tahu kenapa dokter mendiagnosis kalau dia kena keputihan.
Waktu dokter bertanya, dia memang mengaku suka merasa gatal di ujung kemaluannya beberapa hari ini. Tidak ada keluar apa-apa seperti yang dikeluhkan istrinya dalam seminggu terakhir. Istri Tuan Peter positif keputihan. Hasil periksa usap vagina positif jamur Candida albicans. Gatal di vagina istrinya runyam minta ampun, sampai lecet bibir kemaluannya digaruknya. Lendir kemaluan keluar putih seperti susu, dan berubah seperti bedak setelah mengering.

Mengapa Keputihan?
Keputihan memang penyakit perempuan. Umumnya pada yang sudah lewat akil balik. Biasanya sebab higiene sekitar kemaluan mungkin kurang terjaga. Air cebok, cara cebok, terlambat menukar pembalut, merupakan beberapa sumber penyebabnya. Sejumlah kajian di Jakarta mendapati, air kamar mandi di tempat-tempat umum tercemar jamur atau parasit penyebab keputihan. Paling sering cemaran parasit Trichomonas vaginalis. Kebiasaan perempuan Indonesia sehabis berkemih menyiram kemaluan dengan air. Kondisi demikian yang menyebabkan kemaluan wanita selalu basah. Tidak bermasalah bila airnya bersih dan terbebas dari bibit penyakit. Namun, bisa berakhir dengan penyakit keputihan bila air, gayung, atau bak air di tempat-tempat umum sudah tercemar.

Dari mana cemarannya?
Tentu dari perempuan yang menggunakan kamar mandi atau kamar kecil di tempat umum. Entah dari jemari tangannya yang sudah tercemar bibit penyakit, dari cipratan air ceboknya yang mungkin memasuki air di bak, atau menyentuh gayungnya selama melakukan kegiatan berkemih di situ. Kita tahu, kemaluan wanita itu berhubungan amat terbuka dengan dunia luar. Apabila sekitar muara vagina kurang terjaga kebersihannya, apa saja dari luar bisa mencemarinya. Namun, beruntung karena normalnya di sekitar muara vagina terdapat kuman yang hidup berdampingan dengan tubuh. Kuman yang tidak menyebabkan penyakit, melainkan memproduksi zat masam yang bermanfaat sebagai pelindung vagina. Zat masam yang melumasi sekitar muara vagina (vulva) yang bikin kemaluan wanita selalu mampu mengenyahkan serangan bibit penyakit. Itu makanya, sering membersihkan muara vagina atau daerah vulva justru merugikan. Sebab dengan begitu kuman bersahabat yang berguna bagi tubuh akan musnah, dan suasana vagina yang masam, tiada lagi. Pada kondisi tanpa pelindung demikian, vagina jadi lebih rentan diserang bibit penyakit. Keputihan karena jamur candida seperti Nyonya Pet, di atas, yang manifestasi keputihannya menyerupai susu kental, selain keluhan gatal yang hebat, dan berbau anyir. Praktisnya, tanpa perlu memeriksa dulu di laboratorium, dokter bisa langsung memberi obat hanya dari melihat sifat keputihannya. Keputihan yang disebabkan oleh parasit paling sering ditemukan setelah frekuensi keputihan oleh jamur. Warnanya cenderung kekuningan. Sama-sama flek di pakaian dalam, selain gatal, dan berbau juga. Keputihan lainnya disebabkan oleh kuman Gardnella vaginalis. Warna keputihannya semu kehijauan. Suami Ikut Diobati Begitu istri positif keputihan, dokter langsung memberi obat antikeputihan. Ada obat yang dimasukkan ke liang vagina(ovula), ada yang diminum. Jenis obat untuk jamur, parasit, dan kuman, tentu saja tidak sama. Bila obatnya tidak tepat, tentu keputihannya tidak kunjung menyembuh. Adakalanya keputihan merupakan gabungan dari dua atau lebih penyebab. Selain jamur, mungkin disertai parasit dan kuman juga. Untuk itu jenis pengobatannya pun berbeda. Perlu pembasmi untuk ketiga jenis penyebabnya. Selain istri, suami juga perlu ikut diobati. Tujuannya agar istri bisa tuntas sembuh. Sebab bila suami tidak ikut diobati, dan hanya istri yang berobat, setelah istri sembuh, suami mungkin sudah tertular. Suami yang sudah tertular bisa menularkan kembali ke istri setelah istri diobati. Kemudian keputihan istri pun kambuh lagi. Untuk itulah, pada kasus keputihan dalam keluarga, suami wajib diobati juga. Karena Penyakit Kelamin Ada pula manifestasi keputihan yang sebetulnya merupakan gejala suatu penyakit kelamin. Yang paling mirip dengan keputihan bila wanita mengidap penyakit kencing nanah (gonorrhea). Pada muara vagina, bahkan sampai ke liang vagina, penuh dengan nanah. Nanah penyakit kelamin sepintas menyerupai keputihan parasit (kekuningan). Untuk membedakannya dilakukan pembiakan kuman. Kuman kencing nanah di laboratoriurn tampak berbeda dengan bentuk parasit. Penyebab penyakit kelamin lain berasal dari kuman chlamydia. Gejalanya mirip kencing nanah, hanya lebih bening, menetes dan meleleh juga seperti kencing nanah. Penyakit kelamin chlamydia paling susah dibasmi, sebab kumannya sudah sering menjadi kebal (resisten) terhadap obat yang sering dipakai. Di Amerika, penyakit ini kini menjadi masalah karena memang semakin banyak kasusnya, dan semakin susah menyembuhkannya. Penyakit chlamydia ini merupakan salah satu penyebab terbanyak ketidaksuburan wanita.
Kita tahu, wanita modern zaman sekarang yang memilih seks bebas, sudah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Peluang tertular penyakit kelamin yang terjadi antarkegiatan seks bebas lebih besar. Paling sering oleh chlamydia. Bila infeksi chlamydia tak sembuh-sembuh, salah satu komplikasinya akan menjalar sampai ke saluran telur (tuba falloppi). Setelah penyakitnya menyembuh, pipa saluran telur akan melengket, dan saluran tuba tertutup. Wanita yang saluran telurnya sudah tersumbat, menjadi tidak bisa hamil karena sel telur tidak bisa melewatinya. Karena Kanker Keputihan juga bisa muncul pada kasus kanker kandungan. Kanker yang sudah membusuk, apakah berasal dari rahim, mulut, atau leher rahim, manifestasi gejalanya bisa juga berupa keputihan. Yang keluar berupa nanah yang berbau busuk. Tentu saja, sebetulnya mungkin sudah tampak atau terasa ada gejala atau tanda kanker kandungan. Bila kanker terbentuk di rahim, mungktn perut semakin membesar, selain gejala umum kanker lainnya seperti tambah kurus, wajah pucat, tak nafsu makan. Bila kankernya di leher rahim, perut tidak membuncit. Tanda spesifiknya, mudah terjadi perdarahan vagina. Yang paling sering terjadi, berdarah sehabis berhubungan seks (contact bleeding). Dokter akan melihat mulut rahim yang sudah membusuk dan berdarah yang berarti stadium kanker leher rahim sudah lanjut. Tentu saja berbeda dengan keputihan penyakit, istri yang terkena keputihan normal atau keputihan oleh kanker tidaklah
menular, suami di sini tidak perlu ikut berobat karena keputihannya steril. Suami juga bisa tertular keputihan jika berselingkuh dengan wanita penghibur, dan melakukan kegiatan seks oral yang tidak biasa (fellatio). Bila wanita penghibur mengidap kencing nanah di tenggorokannya, dengan mem-fellatio pria langganannya, akan menularkan penyakit kencing nanahnya ke lelaki pelanggan. Di rumah si suami mengaku tidak pernah berhubungan kelamin dengan wanita lain. Ia tidak tahu kalau sekadar di-fellatio saja pun bisa menularkan penyakit kencing nanah juga. Termasuk kencing nanah di tenggorokan suami bila suami rajin melakukan kegiatan seks dengan wanita penghibur dengan cara tidak biasa juga, yakni menjilat kemaluan wanita (cunnilingus) pengidap kencing nanah. Suami yang sudah tertular secara demikian perlu diobati agar tidak menulari istri. Anak perempuan bisa juga kena keputihan. Kemungkinannya bila pengasuhnya juga mengidap keputihan. Sehabis ia sendiri cebok, si pengasuh tidak membasuh tangan, sehingga bibit penyakit melekat di jemarinya, lalu menceboki anak asuhnya. Dengan cara demikian, bibit penyakit keputihan berpindah ke kemaluan si anak. Di beberapa daerah ada kepercayaan, bila seorang ayah mengidap kencing nanah, supaya sembuh, harus menempelnempelkan kemaluannya ke kemaluan anak perempuannya. Ini pernah diberitakan di beberapa media. Dengan cara demikian si anak malah menderita keputihan penyakit kelamin akibat kencing nanah si ayah.

Minggu, 17 Januari 2010

Anda Ingin Tahu Masalah Candidiasi (Keputihan)

What is a Candidiasi (Keputihan)……????
Keputihan, atau dalam istilah medisnya disebut Fluor albus (fluor=cairan kental, albus = putih) atau Leukorhoea, secara umum adalah: keluarnya cairan kental dari vagina yang bisa saja terasa gatal, rasa panas atau perih, kadang berbau, atau malah tidak merasa apa-apa. Kondisi ini terjadi karena tergangggunya keseimbangan flora normal dalam vagina, dengan berbagai penyebab.
Kandidiasis dikenal juga sebagai keputihan atau Pek Tay. Infeksi ini disebabkan oleh jamur candida Albicans. Tempat utama yang diserang jamur ini adalah mulut dan vagina. Keputihan atau dalam bahasa kedokteran disebut leukore atau flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan secara berlebihan. Dalam keadaan normal, cairan ini tidak sampai keluar, namun belum tentu cairan yang keluar tersebut merupakan suatu penyakit. Infeksi jamur Candida dapat terjadi pada orang dengan kekebalan normal, pada wanita hamil, penderita diabetes dan pada keadaan kekebalan yang menurun pada AIDS serta penderita kanker leukemia.
Ternyata wanita Indonesia yang pernah mengalami penyakit ini sangat besar. 75% Wanita Indonesia pasti mengalami keputihan minimal 1 kali dalam hidupnya. Angka ini berbeda tajam dengan Eropa yang hanya 25% saja. Wanita Indonesia banyak yang mengalami keputihan karena hawa di Tanah Air lembab, sehingga mudah terinfeksi jamur candida albican penyebab keputihan. Sedangkan di Eropa, hawanya kering. Banyak perempuan Indonesia yang tidak tahu bagaimana mengobati keputihan dengan bijak. Banyak dari mereka menggunakan obat-obatan yang beredar bebas di pasaran tanpa konsultasi dengan dokter lebih dulu.

Gejala Keputihan
Gejala keputihan dibagi 2 kelompok, yakni: gejala Keputihan yang bukan penyakit (non patologis), dan gejala keputihan yang disebabkan penyakit (patologis).

Gejala keputihan bukan karena penyakit :
• Cairan dari vagina berwarna bening
• Tidak berwarna, Tidak berbau, Tidak gatal
• Jumlah cairan bisa sedikit, bisa cukup banyak
Gejala keputihan karena penyakit :
• Cairan dari vagina keruh dan kental
• Warna kekuningan, keabu-abuan, atau kehijauan
• Berbau busuk, anyir, amis, terasa gatal
• Jumlah cairan banyak

Bagaimana mencegah Keputihan ?
Menjaga kebersihan vagina (bersihkan dengan air bersih, sedangkan pemakaian cairan antiseptik hanya atas saran dokter).
Hindari celana dalam ketat terutama yang berbahan nylon, sebaiknya pakai bahan katun dan jangan lupa ganti setiap hari.
Membasuh atau membilas vagina dari depan ke belakang. Menghindari duduk di toilet umum (kecuali terpaksa, setelahnya bilas dengan air bersih sampai bersih) Ganti pembalut (di kala menstruasi) tepat waktu, dll.

Pesan Untuk Para Pria
Jika suatu saat pasangan anda mengalami keputihan, jangan merasa curiga atau menunjukkan muka masam cara terbaik yang harus anda lakukan adalah Bantulah pasangan anda untuk mengatasi masalah tersebut, bukan malah menambah kepanikan. Bisa saja keputihan yang dialami pasangan disebabkan non patologis, misalnya karena kecemasan. Kecemasan itupun banyak faktor pencetusnya. ContohNya: sedang banyak pekerjaan, lembur tiap hari atau jangan-jangan uang belanja kurang dan lain-lain. Intinya, jangan terlalu risau tapi jangan pula memandang sepele. Langkah terbaik adalah menghubungi dokter. Sebagai tambahan keputihan yang disebabkan bukan penyakit, misalnya karena alat kontrasepsi atau sebab lainnya, boleh saja berhubungan intim, tidak berpengaruh.

Attention….?
Keputihan tidak menyebabkan Kanker tetapi keputihan yang disebabkan penyakit dan dibiarkan tidak diobati sampai lama, adakalanya menyebabkan kemandulan karena penyebaran infeksi. Sedangkan keputihan yang bukan karena penyakit, tidak menyebabkan kemandulan.

Penyebab Keputihan
Seperti halnya gejala keputihan, penyebab terjadinya Keputihan dapat disebabkan kondisi non patologis (bukan penyakit), dan kondisi patologis (karena penyakit).

Penyebab Non Patologis (bukan penyakit) :
Saat menjelang Menstruasi, atau setelah Menstruasi
Rangsangan Seksual, saat wanita hamil
Stress, baik fisik maupun psikologis
Penyebab Patologis (karena penyakit) :
Infeksi Jamur (kebanyakan jamur Candida albicans )
Infeksi bakteri (kuman E. coli, Sthaphilococcos )
Infeksi Parasit jenis Protozoa (umumnya Trichomonas vaginalis )
Penyebab lain bisa karena infeksi Gonorhoe (GO / Kencing nanah ), Bisa pula karena sakit yang lama, kurang gizi, anemia, dan faktor kebersihan.

Hal lain yang juga dapat menyebabkan keputihan antara lain :
Pemakaian tampon vagina, celana dalam terlalu ketat, alat kontrasepsi, rambut yang tidak sengaja masuk ke vagina, pemakaian antibiotika yang terlalu lama dan lain-lain. Kanker leher rahim juga dapat menyebabkan keputihan, tetapi bukan berarti keputihan menyebabkan kanker. Informasi lebih lanjut bertanya kepada ahlinya adalah tindakan yang bijaksana.

Pengobatan
Pengobatan keputihan sudah barang tentu bergantung kepada penyebabnya. Untuk keputihan ringan, cukup dengan membersihkan dengan antiseptik vagina sesuai anjuran dokter anda. Sedangkan keputihan akibat infeksi, mutlak diperlukan anti infeksi. Pemilihan anti infeksi disesuaikan dengan jenis mikro-organismenya. Jika penyebabnya jamur, maka diberikan pengobatan anti jamur, jika karena bakteri diberikan antibiotik (sesuai jenis kuman), jika penyebabnya protozoa (Trichomonas vaginalis) diberikan obat anti parasit dan seterusnya.
Dalam pemilihan obat-obat di atas sebaiknya berdasarkan jenis mikro-organisme penyebab keputihan. Caranya dengan memeriksa cairan vagina untuk mengetahui jenis mikro-organisme. Sedangkan pemeriksaan lebih spesifik dan akurat untuk keputihan karena kuman adalah test kepekaan kuman. Test kepekaan ini dapat ditentukan jenis antibiotikanya.

Terapi Farmakologi:
Pemberian anti jamur biasanya berasal dari kelas azole derivate seperti ketokenazol (ketokenazole OG, Nizoral), Fluconazole (Diflucan), dan Itrakonazole (Sporanox).

1. Ketokenazole
Mekanisme kerja: mengubah permeabilitas dinding sel dengan menghambat cytochrome P450, menghambat biosintesis trigliserida dan fosfolipid jamur, menghambat beberapa enzim jamur, sehinggga konsentrasi hydrogen peroksida mencapai kadar toksik, menghambat sintesis androgen. Sebagai turunan imidazole, ketokenazole mempunyai aktifitas antijamur yang baik sistemik maupun nonsistemik, efektif terhadap candida, coccidioides immitis, Cryptococcus neoformans, H.Capsulatum, Aspergillus, dan Sporothrix spp.
Farmakokinetik: ketokenazole merupakan antijamur sistemik peroralyang diserap baik oleh melalui saluran cerna dan menghasilkan kadar plasmayang cukup untuk menekan aktivitas berbagai jenis jamur. Penyerapan melalui saluran cerna akan berkurang pada penderita dengan pH lambung yang tinggi atau bersama antasida. Pengaruh makanan tidak begitu nyata terhadap penyerapan ketokonazol. Setelah pemberian oral, obat ini ditemukan dalam urin, kelenjar lemak, air ludah dan pada kulit yang mengalami infeksi. Kadar ketokonazol dalam cairan otak sangat kecil dan hanya ditemukan pada infeksi selaput otak. Dalam plasma 84% ketokonazol berikatan dengan protein plasma terutama albumin. Sebanyak 15% berikatan dengan sel darah dan 1% dalam bentuk bebas. Sebagian besar dari obat ini mengalami metabolisme lintas pertama. Diduga ketokonazol diekskresikan bersama cairan empedu ke lumen usus dan hanya sebagian kecil saja yang dikeluarkan bersama urin, semuanya dalam bentuk metabolit yang tidak aktif. Gangguan ginjal dan faal hati yang ringan tidak mempengaruhi kadarnya dalam plasma.
Indikasi: Mukosa sistemik, kandidiasis mukokutan resisten yang kronis, mukosa saluran cerna resisten serius, kandidiasis vaginal resisten yang kronis, infeksi dematofia pada kulit atau kuku tangan (tidak pada kuku kaki), profilaksis mikosa pada pasien imunosupresan.
Peringatan: Lakukan uji fungsi hati secara klinis dan secara biokimia untuk pengobatan yang berlangsung lebih dari 14 hari lakukan uji fungsi hati sebelum memulainya, 14 hari setelah dimulai kemudian selang sebulan sekali. Hindari pada porforia.
Interaksi obat: interaksi antimikroba, (antifungi, imidazole, dan triazol). Aritmia, Hindari pemberian bersama dengan astemizol atau terfenadina. Juga dihindari pemberian bersama cisaprid.
Kontaraindikasi: gangguan hati; kehamilan (teratogenitas pada hewan, pada kemasan cantumkan peringatan kehamilan) dan menyusui.
Efek samping: mual, muntah, nyeri perut, sakit kepala, ruam, urtikaria, pruritus, jarang trombositopenia, parestesia, fotofobia, pusing, kerusakan hati.
Peringatan: resiko terbentuknya hepatitis lebih besar jika diberikan lebih dari14 hari.
Dosis: Dewasa 200mg/hari bersama makan, biasanya untuk 14 hari.

2. Flukonazole
Mekanisme kerja: Mempengaruhi aktifitas Cytochrome P450, menurunkan sintesa ergosterol (sterol utama pada membran sel jamur) dan menghambat pembentukan membrane sel.
Farmakokinetik: Distribusi ke seluruh tubuh, menembus dengan baik CSS, mata, cairan peritorial, dahak, kulit dan urin. Difusi relativ dari darah ke CSS adekuat dengan atau tanpa inflamasi. Ikatan protein plasma 11-12%. Biovabilitas oral >90%. Waktu paruh eliminasi pada fungsi ginjal normal sekitar 30 jam. Waktu untuk mencapai puncak di serum lewat oral 1-2 jam. Ekskresi lewat urin (80% dalam bentuk utuh).
Indikasi: Lihat dalam dosis.
Peringatan: Gangguan ginjal, kehamilan (dosis tinngi menyebabkan teratogenik pada hewan) dan menyusui, peningkatan enzim hati.
Efek samping: Nausea, sakit perut, kadang lambung, gangguan enzim hati, kadang-kadang ruam, angioudem, anafilaksis, lesi bulosa, nekrolisis epidermal toksik, sindrom Stevens-Johnsons pada pasien AIDS.
Dosis: 50 mg, 200 mg.

3. Itrakonazol
Mekanisme Kerja: Anti jamur sistemik turunan triazol yang erat hubungannya dengan ketokonazol juga dapat diberikan per oral. Aktifitas antijamurnya diduga lebih lebar sedangkan efek samping yang ditimbulkan lebih kecil dibandingkan dengan ketokonazol.
Farmakokinetik: Itrakonazol akan diserap lebih sempurna melalui saluran cerna, bila diberikan bersama makanan. Dosis 100 mg/hari selama 15 hari akan menghasilkan kadar puncak sebesar 0,5 ug/ml. Kadar ini lebih rendah dari kadar ketokonazol dengan dosis sama, tetapi kadar itrakonazol dalam jaringan lebih tinggi. Waktu paruh eliminasi obat ini 36 jam (setelah 15 hari pemakaian).
Indikasi: Kandidosis orofarigis dan vulvo vaginal, ptyrisis versicolor, infeksi dermatofita lainnya, oncychomycosis, histoplasmosis, terapi alternative bila antijamur lain tidak cocok atau tidak efektif pada infeksi sistemik aspergilosis, kriptokosis, kandidosis termasuk meningitis, terapi pemeliharaan pada pasien AIDS, profilaksis infeksi jamur pada neutropenia bila terapi standar tidak cocok.
Peringatan: Hindari pemakaian pada riwayat gangguan fungsi hati. Pemeriksaan fungsi hati harus dilakukan bila pengobatan lebih dari 1 bulan atau bila timbul mual, anoreksia, muntah, lelah, sakit perut, atau urin berwarna gelap, gangguan fungsi ginjal, absorbs berkurang pada penderita AIDS dan neuropati perifer, kehamilan dan ibu menyusui.
Interaksi: Hindarkan penggunaan bersamaan dengan astemizol terfenadin dan cisaprin.
Efek samping: Mual, sakit perut, dyspepsia, konstipasi, sakit kepala, pusing, ruam, utikaria, angiodem, hepatitis dan ikterus kolestatik.
Dosis: 100 mg/hari.

Terapi non farmakologi:
• Penyakit keputihan sebenarnya dapat dicegah. Disarankan agar menjaga area genital tetap kering dan bersih. Kebanyakan kasus keputihan didiagnosis dan diobati sendiri oleh penderita (self-diagnose and treatment). Sebab, banyak wanita merasa malu mengutarakan penyakitnya atau beranggapan bahwa keputihan merupakan hal yang wajar dan tidak perlu diobati.

Jumat, 15 Januari 2010

ASAM URAT

ASAM URAT

Gout atau asam urat merupakan penyakit yang ditandai oleh kelebihan asam urat dalam darah. Kelebihan asam urat ini mengarah pada pembentukan kristal urat yang akan tertimbun dalam jaringan tubuh terutama sendi. Ketika kristal urat ini masuk ke dalam sendi akan mengakibatkan serangan berulang dalam bentuk peradangan sendi (arthritis). Gout kronik juga dapat mengakibatkan timbunan yang keras di dalam maupun diluar sendi dan dapat menyebabkan kerusakan sendi, menurunkan fungsi ginjal dan menyebabkan terjadinya batu ginjal. Penyakit gout memiliki perbedaan yang unik dari setiap orang. Hal ini berhubungan dengan keabnormalan tubuh dalam memetabolisme asam urat. Asam urat merupakan produk metabolisme purin dan pada manusia biasanya diekskresi bersama air seni. Secara normal setiap individu memproduksi 600 – 800 mg asam urat setiap hari dan diekskresi 600 mg dalam urin. Individu yang mengeluarkan kurang dari 600 mg pada diet purin diangggap overproduksi asam urat dimana kadar asam urat normal laki-laki <>

Umumnya gout menyerang ibu jari kaki, tetapi juga mungkin terjadi di kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan, jemari, siku. Gejalanya meliputi rasa nyeri hebat yang terjadi tiba-tiba, sehingga menimbulkan kesulitan berjalan. Persendian yang terkena menjadi nyeri, kemerahan, bengkak dan terasa hangat. Serangan gout terjadi beberapa jam sehari. Ketika serangan itu terjadi, badan terasa menggigil, demam, sakit. Jika tidak segera diobati, gejala-gejala itu akan memburuk dan menyebabkan kecacatan.

Gejala Asam Urat

  • Kesemutan dan linu
  • Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur
  • Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.

PENGOBATAN GOUT / ASAM URAT

Terapi non obat

- pasien disarankan mengurangi asupan makanan yang mengandung tinggi purin (misalnya organ, kacang-kacangan), alkohol dan menurunkan berat badan bila obesitas.

Terapi obat

Indometazin dan NSAID (Non-Steroid Anti Inflammatory Drugs) lainnya

Indometasin sama efektifnya dengan kolkisin pada terapi akut gout arthritis dan lebih banyak digunakan karena toksisitas akut pada saluran pencernaan terjadi lebih kecil dibandingkan kolkisin.

Regimen dosis NSAID untuk pengobatan gout akut :

Nama obat

Dosis dan frekuensi pemberian

Fenoprofen

800 mg tiap 6 jam

Flurbiprofen

100 mg 4 kali sehari selama 1 hari. Dilanjutkan 50 mg 4 kali sehari

Ibuprofen

600 – 800 mg 4 kali sehari

Ketoprofen

50 mg 4 kali sehari atau 75 mg 3 kali sehari

Meclofenamat

100 mg 3-4 kali sehari

Naproxen

Dosis awal 750. kemudian 250 tiap 8 jam

Piroxicam

40 mg dalam dosis terbagi

Sulindac

200 mg 2 kali sehari

tolmetin

400 mg 3-4 kali sehari

Beberapa NSAIDs (NonSteroid Antiinflamasi Drugs) yang lain efektif untuk mengatasi inflamasi gout akut. Penggunaan NSAIDs perlu diperhatikan pada individu dengan riwayat tukak peptik, gagal jantung, gagal ginjal dan penyakit jantung koroner.

Kolkisin

Kolkisin sering diberikan dalam dosis oral dengan dosis awal 1 mg, dilanjutkan 0,5 mg setiap 2 jam sampai gejala berkurang atau sampai pasien mengalami mual atau diare. Dimana total dosis pemberian 8 mg. Masalah utama pemberian kolkisin adalah gangguan pencernaan 50% – 80% pasien setelah pemberian kolkisin setelah serangan. Kolkisin sebaiknya diberikan kontinyu tiap 7 hari setelah pemberian terapi oral untuk mengurangi resiko toksisitas sumsum tulang. Dosis dikurangi 50% pada pasien dengan klirens kreatinin antara 10-50 ml/menit.

Glukokortikoid

Glukokortikoid seperti prednisone, metilprednisolon digunakan untuk serangan akut arthritis. Prednisone 30-60 mg peroral sehari sekali mungkin digunakan pada pasien dengan komplikasi sendi. Pemberian dosis harus bertahap.

Triamsinolon hexacetinoid 20 – 40 mg diberikan intra-artikular berguna untuk serangan akut pada salah satu sendi.

Probenesid dan sulfinpyrazone

Probenesid dan sulfinpyrazone meningkatkan klirens ginjal untuk mengeluarkan asam urat dengan menghambat reabsorbsi asam urat di tubular ginjal. Probenesid diberikan dengan dosis awal 250 mg dua kali sehari selama 1-2 minggu, kemudian 500 mg dua kali sehari selama 2 minggu. Dosis awal sulfinpirazon 50 mg dua kali sehari selama 3-4 minggu, kemudian 100 mg dua kali sehari, ditingkatkan dosis sehari dengan peningkatan 100 mg tiap minggu sampai 800 mg per hari.

Allopurinol

Allopurinol merupakan inhibitor xantin oksidase dengan menghambat pembentukan hipoxantin menjadi xantin dan xantin menjadi asam urat. Karena waktu paruhnya yang panjang, allopurinol dapat diberikan sehari sekali. Allopurinol merupakan obat pilihan antihiperurisemia pada pasien dengan riwayat batu urat atau gangguan fungsi ginjal.

Makanan yang Dihindari (mengandung banyak purin)

  • Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.
  • Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.
  • Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.
  • Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
  • Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
  • Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis.
  • Buah-buahan seperti durian, alpukat, nanas, air kelapa.
  • Minuman dan makanan yang mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, tuak.

Rabu, 13 Januari 2010

Air Kelapa Obat Sariawan

Air Kelapa Obat Sariawan
Saya termasuk orang yang paling sering dihinggapi sariawan, dari kecil hingga dewasa. Sariawan pun datang kadang 1-2 bulan sekali, berbagai obat sudah digunakan untuk menyembuhkan sariawan. Kadang memberikan efek menyembuhkan kadang malah bikin parah. Sekarang penyakit sariawan tak berani nongol lagi, kalau pun ada sariawan pun tak betah berlama-lama.

Penyakit sariawan (chanker sores, ulkus aftosa) memiliki nama yang bermacam-macam sesuai dengan jenis dan penyebab dari sariawan. Sariawan disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain bakteri, jamur, alergi makanan, asam lambung, kurang vitamin, fisik: tergigit, digigit :) dll. Obat sariawan pun beraneka ragam dari yang tradisional sampai yang modern. Secara medis obat sariawan yang sering digunakan adalah anti histamin, steroid, anti jamur, anti bakteri, vitamin c. Bentuk kemasan pun beraneka ragam: tablet, tablet hisap, larutan, sachet, dll. Dengan nama yang beraneka ragam dari Albothyl sampai Adem Sari. Tanda dan gejala dari sariawan pun bermacam-macam.

Berdasarkan pengalaman saya sendiri, obat sariawan yang sangat murah meriah dan memberikan efek yang sangat cepat dan terbukti manjur adalah Air Kelapa, lebih baik lagi Air Kelapa Hijau. Air kelapa mengandung berbagai vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.

Jika ada yang kena sariawan, silakan dicoba dengan air kelapa. Selain memberikan efek mempercepat penyembuhan (kuratif) sariawan, juga dapat digunakan untuk pencegahan (preventif) selain itu juga dapat menyehatkan, dan menyegarkan badan. Tapi jangan keseringan, apa pun kalau kelewat bisa berefek negatif lho.

Saga Manis Untuk Obat Sariawan

Saga Manis Untuk Obat Sariawan

saga-biji

Teringat waktu kecil, saat bibir nenek terkena sariawan. Terus Nenek mengambil tanaman merambat di halaman rumah, dan dia kunyah daunnya. Daunnya kecil-kecil, mampu mengobati sariawan di bibir nenek. Dia menyebutnya daun saga.

Di beberapa daerah, Saga memiliki nama yang berbeda. Orang Jawa menyebutnya Saga telik atau Saga manis. Di Aceh disebut Thaga, Sunda menyebutnya Saga areuy atau saga leutik. Sedangkan di Gorontalo namanya Walipopo. Piling-piling nama lokal Saga di Bali. Dan sederet nama daerah lainya seperti; Seugeu (Gayo), Ailalu pacar (Ambon); Saga buncik, Saga ketek (Minangkabau), Kaca (Bugis)

Saga [Abrus precatorius, Linn] adalah sejenis tumbuhan perdu. Pokok batangnya berukuran kecil dan merambat pada inang membelit-beli ke arah kiri. Daunya mirip daun petai cina tapi berbentuk bulat telur serta berukuran kecil-kecil. Daun Saga menyerupai daun tamarindus indica dengan bersirip ganjil dan memiliki rasa agak manis. Saga biasa disebut Saga Manis. Saga mempunyai buah polong berisi biji-biji yang berwarna merah dengan titik hitam mengkilat dan licin.

Bunganya berwarna ungu muda dengan bentuk menyerupai kupu-kupu, dalam dukungan tandan bunga. Tumbuhan ini banyak tumbuh secara liar di hutan-hutan, ladang-ladang atau sengaja dipelihara di pekarangan. Saga dapat tumbuh dengan baik pada daerah dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

Lantas apa kegunaan Saga manis selain untuk mengobati sariawan?

• Untuk mengobati sakit amandel, ambil akar saga secukupnya. Tambahkan satu potong kayu manis dan gula batu secukupnya. Setelah itu, semua bahan direbus dengan lima gelas air sampai mendidih. Buat air rebusan akar saga hingga dua gelas atau setengahnya. Setelah itu, saring air rebusan dan diminum dua kali sehari satu gelas pada pagi dan sore.

• Radang mata, ambil satu genggam daun Saga Setelah itu, daun saga digiling halus, kemudian direbus dengan dua gelas air untuk diambil uapnya. Teteskan uap air daun saga untuk mata yang terkena radang.

• Bagi penderita sariawan ambil daun saga secukupnya. Daun saga yang baru dipetik, sebaiknya dijemur beberapa menit agar layu. Lalu, daun saga bisa dikunyah-kunya sampai halus untuk berkumur.

Komposisi :
Daun maupun akar tumbuhan abrus pracatorius antara lain mengandung protein, vitamin A,B1, B6, C, Kalsium Oksalat, glisirizin, flisirizinat, polygalacturomic acid dan pentosan.

Anda tertarik untuk menanam Saga manis di pekarangan rumah. Tidak sulit pembibitan dan merawatnya:

Rendam biji saga dalam air hangat selama satu malam. Setelah itu warnanya akan memudar, biji Saga akan mengembang. Tiriskan, lalu tanam biji Saga dalam polybag berisi tanah dan kompos. Benamkan biji ke dalam tanah. Tunggu sampai satu minggu, sampai muncul kecambah. Kira-kira sudah 20 cm, bibit Saga bisa dipindakan ke dalam pot atau pekarangan rumah.

http://matoa.org/2009/05/saga-manis-untuk-obat-sariawan/

Selasa, 12 Januari 2010

Obat Sariawan

Penyakit sariawan (chanker sores, ulkus aftosa) memiliki nama yang bermacam-macam sesuai dengan jenis dan penyebab dari sariawan. Sariawan disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain bakteri, jamur, alergi makanan, asam lambung, kurang vitamin, fisik: tergigit, digigit dll. Obat sariawan pun beraneka ragam dari yang tradisional sampai yang modern. Secara medis obat Sariawan yang sering digunakan adalah anti histamin, steroid, anti jamur, anti bakteri, vitamin c. Bentuk kemasan pun beraneka ragam: tablet, tablet hisap, larutan, sachet, dll. Kita mungkin sudah mengenal obat-obatan untuk sariawan yang dijual bebas di pasaran yang mengandung zat tertentu, antara lain mengandung:
1. Povidon Iodida
2. Heksetidin
3. Mikonazol
4. Dekualinum
5. Gentian Violet
Dan memang zat-zat yang disebutkan diatas sangat bermanfaat khususnya bagi penyembuhan sariawan, tapi ingat ada efek sampingnya dan tentu saja harus mengeluarkan uang yang lumayan gede.
Nah Disini saya coba meringkas beberapa obat tradisional untuk menyembuhkan sariawan yang ramah lingkungan dan bersahabat.
  1. Jambu Air
Kulit batang jambu air kira2 10 gr (yg masih muda), dicuci & ditumbuk halus ditambah setengah gelas air matang dan disaring. hasil saringan digunakan berkumur.
2. Saga
Di beberapa daerah, Saga memiliki nama yang berbeda. Orang Jawa menyebutnya Saga telik atau Saga manis. Di Aceh disebut Thaga, Sunda menyebutnya Saga areuy atau saga leutik. Sedangkan di Gorontalo namanya Walipopo. Piling-piling nama lokal Saga di Bali. Dan sederet nama daerah lainya seperti; Seugeu (Gayo), Ailalu pacar (Ambon); Saga buncik, Saga ketek (Minangkabau), Kaca (Bugis).
Adapun caranya adalah ambil daun saga secukupnya. Daun saga yang baru dipetik, sebaiknya dijemur beberapa menit agar layu. Lalu, daun saga bisa dikunyah-kunya sampai halus untuk berkumur
3. Air Kelapa
Air Kelapa, lebih baik lagi Air Kelapa Hijau. Air kelapa mengandung berbagai vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/alternative-medicine/1914098-obat-sariawan/

Demam Typhoid | Blog Dokter

Demam Typhoid | Blog Dokter

Batuk

Batuk
Definisi
Batuk adalah salah satu keluhan yang sering diungkapkan pasien kepada dokter. Batuk sebenarnya adalah suatu cara yang penting bagi tubuh kita untuk membersihkan tenggorokan dan saluran pernafasan kita. Tetapi batuk yang berlebihan dapat berarti bahwa kita mempunyai suatu gangguan atau penyakit.

Batuk ada yang kering, ada pula yang produktif. Batuk produktif adalah batuk yang berdahak. Dahak disebut juga sputum atau reak.

Batuk dapat akut atau kronik.
Ø Batuk akut biasanya timbul mendadak. Seringkali disebabkan oleh masuk angin, influenza, atau infeksi sinus (sinusitis). Batuk akut biasanya hilang setelah 2 sampai 3 minggu.
Ø Batuk kronik biasanya berlangsung lebih dari 2 sampai 3 minggu.

Penyebab Umum
Disamping infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) seperti influenza, penyebab batuk yang paling sering adalah:
Ø Alergi dan asthma
Ø Infeksi paru-paru seperti pneumonia atau bronkitis akut.
Ø Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau bronkitis kronik, ephysema
Ø Sinusitis yang menyebabkan postnasal drip.
Ø Penyakit paru seperti bronkiektasis, tumor paru.
Ø Gastroesophageal reflux disease (GERD) ini artinya cairan lambung balik ke tenggorokan, orangnya suka bertahak asam atau pahit.
Ø Merokok
Ø Terpapar asap rokok (perokok pasif)
Ø Terpapar polutan udara
Ø Obat darah tinggi golongan ACE Inhibitor.

Perawatan Rumah
Beberapa tips untuk mengurangi batuk:
Ø Permen obat batuk atau permen pedas dapat menolong pada batuk yang kering dan menggelitik. Tidak boleh diberikan pada anak-anak berusia dibawah 3 tahun karena dapat tersedak menyumbat jalan nafas.
Ø Menghirup uap hangat dapat menolong batuk kering dengan cara meningkatkan kelembaban di udara.
Ø Minum lebih banyak cairan dapat mengencerkan dahak di tenggorokan sehingga mudah dibatukkan keluar.


Beberapa obat batuk yang dapat dibeli tanpa resep dokter antara lain yang mengandung:
Ø Guaifenesin (Cohistan Expectorant, Probat, Bisolvon Extra, Actifed Expectorant, dll). Yang harus diingat adalah jika minum obat-obatan yang mengandung Guaifenesin adalah harus minum banyak air.
Ø Dekongestan seperti pseudoephedrine (Actifed, Actifed Expectorant, Disudrin, Clarinase, Rhinos SR, Triaminic, dll). Obat-obatan yang mengandung pseudoephedrine ini dapat digunakan untuk menghentikan pilek encer (meler) dan postnasal drip. Tidak boleh digunakan jika ada penyakit darah tinggi atau untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun kecuali atas resep dokter anda.

Meskipun batuk dapat menjadi gejala yang mengganggu, tetapi batuk adalah cara tubuh kita untuk menyembuhkan dirinya. Beberapa pakar akhir-akhir ini menganjurkan tidak menggunakan penahan batuk pada beberapa situasi. Sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter anda sebelum mencoba penahan batuk yang dijual bebas yang mengandung dextromethorphan (Vicks 44, dll).

Jangan mengharapkan atau meminta dokter untuk meresepkan antibiotika untuk infeksi virus seperti influenza atau masuk angin. Antibiotik tidak bekerja terhadap virus. Antibiotik juga tidak mempercepat penyembuhan batuk yang disebabkan alergi.

Hubungi Dokter Anda Jika
Segera ke gawat darurat jika:
Ø Nafas pendek atau sulit bernafas
Ø Pembengkakan di muka dan kerongkongan disertai kesulitan menelan

Segera ke dokter anda jika:
Ø Batuk sangat hebat yang timbul mendadak.
Ø Batuk disertai bunyi nada tinggi pada saat menarik nafas.
Ø Batuk berdarah.
Ø Demam (yang dapat dapat mengindikasikan adanya suatu infeksi bakteri yang memerlukan antibiotika).
Ø Dahak yang kental, berbau busuk, bewarna kuning kehijauan (mengindikasikan adanya suatu infeksi bakteri).
Ø Terpapar dengan seorang penderita TBC.
Ø Penurunan berat badan yang tidak diharapkan atau keringat malam (mengindikasikan terkena TBC).
Ø Batuk lebih dari 10 – 14 hari.
Ø Batuk pada bayi berusia kurang dari 3 bulan.

Apa yang akan dilakukan dokter anda?
Pada keadaan darurat pasien akan diobati pertama-tama untuk menstabilkan kondisinya. Setelah kondisi stabil, maka dokter anda akan menanyakan hal-hal mengenai batuk anda. Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan oleh dokter anda:
Ø Apakah batuk berdarah (berapa banyak, berapa sering, sudah berapa lama).
Ø Apakah batuk berdahak? Bagaimana dahaknya, apakah kental dan sulit dibatukkan?
Ø Apakah batuknya parah? Apakah batuknya kering?
Ø Apakah suara batuknya seperti gonggongan?
Ø Bagaimana pola batuk? Apakah timbulnya tiba-tiba? Apakah makin tambah parah akhir-akhir ini? Apakah batuk memburuk di malam hari? Apakah batuk mulai pada saat bangun pagi?
Ø Sudah berapa lama batuk?
Ø Apakah batuk memburuk jika berbaring pada satu sisi?
Ø Apakah batuk periodik disertai muntah?
Ø Gejala-gejala lain apa yang menyertai batuk? Adakah sesak nafas, demam?

Kemudian dokter anda akan melakukan pemeriksaan fisik termasuk memeriksa telinga, hidung, tenggorokan dan dada anda.

Mungkin dokter anda akan meminta pemeriksaan tambahan seperti:
Ø Foto rontgen dada.
Ø Analisa dahak (jika batuk berdahak).
Ø Test fungsi paru
Ø Scan paru
Ø Bronkoskopi.

Pencegahan
Ø Jangan merokok dan jangan berada dekat-dekat perokok.
Ø Jika anda memiliki alergi musiman usahakan tetap di dalam ruangan selama alergen udara sedang banyak-banyaknya. Jika memungkinkan, tutuplah jendela dan gunakan AC. Hindari kipas angin yang menarik udara dari luar ruangan. Mandilah dan gantilah baju sesudah berada di luar ruangan.
Ø Jika anda memiliki alergi sepanjang tahun, jangan gunakan bantal dan kasur kapuk, gunakan pembersih udara (air purifier) dan jangan piara hewan peliharaan, dan hindari pencetus lainnya.
http://suryo-wibowo.blogspot.com/2006/05/batuk.html

Senin, 11 Januari 2010

Demam

Demam

Oleh: AsianBrain.com Content Team

Demam adalah suatu kondisi dimana suhu badan seseorang terlalu tinggi. Jika ini terjadi, biasanya penyakit tertentu akan diderita oleh orang tersebut. Pada intinya, demam bukanlah suatu penyakit. Tapi jika tidak ditindaklanjuti, terutama bagi anak kecil, demam yang tinggi dapat mengancam jiwa si penderita.

A. Penyebab demam

1. Mikroorganisme, bakteri dan parasit, yang menghasilkan racun kimia.
2. Iklim yang panas
3. Perubahan hormon
4. Pengobatan yang salah.

B. Ukuran Demam

1. Anak berusia di bawah tiga bulan, dikatakan demam jika suhu badannya di atas 38 derajat Celcius
2. Anak-anak dikatakan demam jika suhu badannya mencapai 39 derajat celcius atau lebih
3. Pada dewasa, ia dikatakan demam jika suhu badannya di atas 40,5 derajat celcius

C. Tanda-tanda seseorang terkena Demam

1. Sakit kepala, leher yang tidak nyaman, bingung
2. Saat kencing terasa panas, bergetar dan terbakar
3. Napas pendek-pendek dan batuk
4. Sakit pada daerah tertentu dan terjadi peradangan

D. Fakta-fakta yang berkaitan dengan Demam

1. Demam bukanlah suatu penyakit, tapi gejala yang dialami sebelum seseorang terserang penyakit
2. Seseorang dikatakan demam jika suhu tubuhnya di atas 100 Fahrenheit, di atas rata-rata suhu tubuh normal 98 Fahrenheit. Naiknya suhu tubuh ini dimaksudkan sebagai senjata untuk melumpuhkan bakteri dan virus yang masuk ke dalam jaringan.
3. Kondisi ringan maupun menengah suatu demam, tidak terlalu berpengaruh bagi tubuh, hanya menimbulkan efek tidak nyaman terutama bagi anak-anak
4. Demam sering diderita anak-anak, terutama bayi

E. Jika seseorang menderita Demam :

1. Lepaskan seluruh pakaian yang dipakai. Ini dimaksudkan agar udara segar atau embusan angin dapat menetralisir panas tubuh si penderita. Untuk anak kecil, biarkanlah ia telanjang sampai panas tubuhnya turun.
2. Jangan sekali-sekali membungku anak yang menderita panas dengan pakaian atau selimut. Tindakan ini akan menaikkan suhu badannya.
3. Berikan aspirin untuk menurunkan panas si penderita. Untuk anak kecil, dapat diberikan acetaminophen (paracetamol), atau aspirin untuk anak-anak, atau seperempat tablet aspirin biasa (300 mg)
4. Penderita demam harus banyak minum air putih, sari buah, atau cairan lainnya. Terutama bagi anak kecil, atau bayi, air minum harus direbus terlebih dahulu lalu didinginkan.
5. Jika memungkinkan, mintalah informasi ke paramedis terdekat tentang penyebab demam si penderita, lalu segera diobati.

F. Panas yang sangat tinggi

Panas yang sangat tinggi dapat mengancam nyawa si penderita jika tidak segera diambil tindakan; kejang atau kerusakan otak permanen (lumpuh, lambat mental, ayan, dan lain-lain).

Jika panas sangat tinggi, lebih dari 40 derajat celcius, apa yang harus dilakukan?

1. Lepaskan semua pakaian si penderita dan biarkan telanjang.
2. Kipasi
3. Siram tubuhnya dengan air dingin, atau letakkan kain yang telah dibasahi dengan air dingin ke dada dan dahi si penderita. Lakukan sampai suhu tubuh menurun, di bawah 38 derajat celcius.
4. Berikan minum air dingin.
5. Berikan obat penurun panas.

Takaran (menggunakan tablet untuk orang dewasa, 300 mg)

* Penderita di atas 12 tahun: 2 tablet setiap 4 jam
* Anak-anak, 2-12 tahun: 1 tablet setiap 1 jam
* Anak-anak, 3-6 tahun: ½ tablet setiap 4 jam
* Anak-anak, di bawah 3 tahun: ¼ tablet setiap 4 jam

Jika penderita tidak dapat menelan aspirin, haluskan terlebih dahulu dan campurkan ke sedikit air, kemudian masukkan ke dalam anus (untuk menimbulkan buang air besar). Memasukkannya dengan memakai semprit tanpa jarum suntik.

Jika panas yang tinggi tidak segera turun atau jika serangan kejang mulai terjadi, dinginkan terus tubuh si penderita dan segera meminta pertolongan dokter.

Minggu, 10 Januari 2010

Diare

Jangan Anggap Remeh Diare!

penyakit diarePernahkah Anda diare? Setiap orang pasti pernah terkena diare dalam hidupnya. Diare adalah penyakit yang ditandai dengan tinja yang lembek dan cair, seringkali disertai kejang perut. Diare tak pernah pandang bulu, ia dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita, baik orang tua maupun muda.

Diare seringkali dianggap sebagai penyakit sepele, padahal di tingkat global dan nasional fakta menunjukkan sebaliknya. Menurut catatan WHO, diare membunuh dua juta anak di dunia setiap tahun, sedangkan di Indonesia, menurut Surkesnas (2001) diare merupakan salah satu penyebab kematian kedua terbesar pada balita.

Jangan anggap remeh diare terutama pada anak. Diare mungkin bukan penyakit parah seperti penyakit jantung atau kanker. Namun, diare pada bayi dan balita (bayi bawah lima tahun) sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian akibat kekurangan cairan.

Bayi dan balita (bayi bawah lima tahun) rentan sekali akan diare. Perkembangan sistem pencernaan dan kekebalan tubuhnya yang belum optimal menyebabkan mereka mudah terserang diare akibat bakteri atau virus.

Lain lagi dengan orang dewasa. Diare pada orang dewasa, selain karena bakteri, dapat disebabkan pola makan (makanan bersantan dan pedas) dan stres. Untungnya, daya tahan orang dewasa lebih kuat dibandingkan anak-anak.

Hal penting yang harus diwaspadai pada penderita diare adalah kemungkinan terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Cairan dan elektrolit tubuh akan banyak keluar bersama tinja sehingga tubuh kesulitan menjalankan fungsinya.

Penanganan diare pun tidak semudah membalikan telapak tangan. Pemberian cairan yang mengandung elektrolit penting memang baik untuk mencegah dehidrasi penderita, tetapi pemberian obat anti diare yang tidak pada tempatnya malah berbahaya.

http://www.medicastore.com/diare/