Cari Blog Ini

Jumat, 22 Januari 2010

Perhatian Ekstra Bagi Wanita....

Area seputar organ intim wanita memang sangat rentan dengan virus dan bakteri penyebab infeksi. Nah, saatnya Anda peka dengan kebersihannya. Jangan terbiasa membilas organ intim dengan air di toilet umum karena tidak terjamin kebersihannya hingga dapat menyebabkan gatal. Untuk pilihan aman, basuh dengan menggunakan tisu. Saat tiba di rumah basuh dengan air hangat untuk membunuh jamur dan bakteri yang mudah mati dalam suhu tinggi. Setelahnya keringkan dengan menggunakan handuk.
Jadi, selalu sediakan tisu dalam tas anda.

Faktanya "Genangan air dalam ember toilet umum mengandung 70% jamur candida abicans penyebab keputihan".

Kamis, 21 Januari 2010

Probema Alat Kelamin Wanita.....

Apa penyebab gatal dan perih pada organ intim anda ?? Kenali tandanaya....

Iritasi
Kulit akan memerah dan sedikit meradang, hinnga timbul rasa gatal.Menggunakan celana yang terlalu ketat dapat memperparah peradangan. Hindari garukan kuku saat terasa gatal yang dapat menyebabkan rasa nyeri dan panas setelahnya.

Alergi
Reaksi yang ditimbulkan biasanya berupa gatal dan kemerahan. Sebaliknya anda peka dan menghindari semua zat yang dapat menyebabkan alergi.

Infeksi
Keluarnya cairan putih encer atau kental yang berwarna kekuningan dari lubang alat kelamin wanita. Efek bahaya bisa dideteksi sesuai bantuk cairan yang keluar.

"Jaga agar alat kelamin wanita bersih dan sehat"

Rabu, 20 Januari 2010

"Kurangi Nyeri Saat Haid?"

Nyeri yang menganggu hingga kram perut sering melanda saat haid? Simak tip agar rasa itu tak lagi menganggu aktivitas Anda....

* Kompres bagian perut atau pinngang yang terasa sakit dengan botol yang berisikan air hangat.
* Mandi dengan menggunakan air hangat atau aromaterapi untuk membuat tubuh relaks.
* Banyak minum minuman dengan kandungan kalsium tinggi.
* Saat berada di ruma, posisikan tubuh menungging agar rahim tergantung ke bawah.
* Kurangi sres agar haid lancar.

Selasa, 19 Januari 2010

Keputihan

Keputihan, Lelaki juga Bisa Kena ...

Keputihan bukan cuma milik wanita. Lelaki juga bisa kena. Mungkin dari istri di rumah. Bisa jadi dari wanita idaman lain. Keputihan wanita tidak selalu normal. Kapan itu sebagai gejala kanker kandungan. Tuan Pet, 43 tahun, sekali dalam hidupnya baru mendengar kalau lelaki bisa kena penyakit keputihan. Kali ini justru menimpa dirinya. Ia tadinya tidak tahu kenapa dokter mendiagnosis kalau dia kena keputihan.
Waktu dokter bertanya, dia memang mengaku suka merasa gatal di ujung kemaluannya beberapa hari ini. Tidak ada keluar apa-apa seperti yang dikeluhkan istrinya dalam seminggu terakhir. Istri Tuan Peter positif keputihan. Hasil periksa usap vagina positif jamur Candida albicans. Gatal di vagina istrinya runyam minta ampun, sampai lecet bibir kemaluannya digaruknya. Lendir kemaluan keluar putih seperti susu, dan berubah seperti bedak setelah mengering.

Mengapa Keputihan?
Keputihan memang penyakit perempuan. Umumnya pada yang sudah lewat akil balik. Biasanya sebab higiene sekitar kemaluan mungkin kurang terjaga. Air cebok, cara cebok, terlambat menukar pembalut, merupakan beberapa sumber penyebabnya. Sejumlah kajian di Jakarta mendapati, air kamar mandi di tempat-tempat umum tercemar jamur atau parasit penyebab keputihan. Paling sering cemaran parasit Trichomonas vaginalis. Kebiasaan perempuan Indonesia sehabis berkemih menyiram kemaluan dengan air. Kondisi demikian yang menyebabkan kemaluan wanita selalu basah. Tidak bermasalah bila airnya bersih dan terbebas dari bibit penyakit. Namun, bisa berakhir dengan penyakit keputihan bila air, gayung, atau bak air di tempat-tempat umum sudah tercemar.

Dari mana cemarannya?
Tentu dari perempuan yang menggunakan kamar mandi atau kamar kecil di tempat umum. Entah dari jemari tangannya yang sudah tercemar bibit penyakit, dari cipratan air ceboknya yang mungkin memasuki air di bak, atau menyentuh gayungnya selama melakukan kegiatan berkemih di situ. Kita tahu, kemaluan wanita itu berhubungan amat terbuka dengan dunia luar. Apabila sekitar muara vagina kurang terjaga kebersihannya, apa saja dari luar bisa mencemarinya. Namun, beruntung karena normalnya di sekitar muara vagina terdapat kuman yang hidup berdampingan dengan tubuh. Kuman yang tidak menyebabkan penyakit, melainkan memproduksi zat masam yang bermanfaat sebagai pelindung vagina. Zat masam yang melumasi sekitar muara vagina (vulva) yang bikin kemaluan wanita selalu mampu mengenyahkan serangan bibit penyakit. Itu makanya, sering membersihkan muara vagina atau daerah vulva justru merugikan. Sebab dengan begitu kuman bersahabat yang berguna bagi tubuh akan musnah, dan suasana vagina yang masam, tiada lagi. Pada kondisi tanpa pelindung demikian, vagina jadi lebih rentan diserang bibit penyakit. Keputihan karena jamur candida seperti Nyonya Pet, di atas, yang manifestasi keputihannya menyerupai susu kental, selain keluhan gatal yang hebat, dan berbau anyir. Praktisnya, tanpa perlu memeriksa dulu di laboratorium, dokter bisa langsung memberi obat hanya dari melihat sifat keputihannya. Keputihan yang disebabkan oleh parasit paling sering ditemukan setelah frekuensi keputihan oleh jamur. Warnanya cenderung kekuningan. Sama-sama flek di pakaian dalam, selain gatal, dan berbau juga. Keputihan lainnya disebabkan oleh kuman Gardnella vaginalis. Warna keputihannya semu kehijauan. Suami Ikut Diobati Begitu istri positif keputihan, dokter langsung memberi obat antikeputihan. Ada obat yang dimasukkan ke liang vagina(ovula), ada yang diminum. Jenis obat untuk jamur, parasit, dan kuman, tentu saja tidak sama. Bila obatnya tidak tepat, tentu keputihannya tidak kunjung menyembuh. Adakalanya keputihan merupakan gabungan dari dua atau lebih penyebab. Selain jamur, mungkin disertai parasit dan kuman juga. Untuk itu jenis pengobatannya pun berbeda. Perlu pembasmi untuk ketiga jenis penyebabnya. Selain istri, suami juga perlu ikut diobati. Tujuannya agar istri bisa tuntas sembuh. Sebab bila suami tidak ikut diobati, dan hanya istri yang berobat, setelah istri sembuh, suami mungkin sudah tertular. Suami yang sudah tertular bisa menularkan kembali ke istri setelah istri diobati. Kemudian keputihan istri pun kambuh lagi. Untuk itulah, pada kasus keputihan dalam keluarga, suami wajib diobati juga. Karena Penyakit Kelamin Ada pula manifestasi keputihan yang sebetulnya merupakan gejala suatu penyakit kelamin. Yang paling mirip dengan keputihan bila wanita mengidap penyakit kencing nanah (gonorrhea). Pada muara vagina, bahkan sampai ke liang vagina, penuh dengan nanah. Nanah penyakit kelamin sepintas menyerupai keputihan parasit (kekuningan). Untuk membedakannya dilakukan pembiakan kuman. Kuman kencing nanah di laboratoriurn tampak berbeda dengan bentuk parasit. Penyebab penyakit kelamin lain berasal dari kuman chlamydia. Gejalanya mirip kencing nanah, hanya lebih bening, menetes dan meleleh juga seperti kencing nanah. Penyakit kelamin chlamydia paling susah dibasmi, sebab kumannya sudah sering menjadi kebal (resisten) terhadap obat yang sering dipakai. Di Amerika, penyakit ini kini menjadi masalah karena memang semakin banyak kasusnya, dan semakin susah menyembuhkannya. Penyakit chlamydia ini merupakan salah satu penyebab terbanyak ketidaksuburan wanita.
Kita tahu, wanita modern zaman sekarang yang memilih seks bebas, sudah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Peluang tertular penyakit kelamin yang terjadi antarkegiatan seks bebas lebih besar. Paling sering oleh chlamydia. Bila infeksi chlamydia tak sembuh-sembuh, salah satu komplikasinya akan menjalar sampai ke saluran telur (tuba falloppi). Setelah penyakitnya menyembuh, pipa saluran telur akan melengket, dan saluran tuba tertutup. Wanita yang saluran telurnya sudah tersumbat, menjadi tidak bisa hamil karena sel telur tidak bisa melewatinya. Karena Kanker Keputihan juga bisa muncul pada kasus kanker kandungan. Kanker yang sudah membusuk, apakah berasal dari rahim, mulut, atau leher rahim, manifestasi gejalanya bisa juga berupa keputihan. Yang keluar berupa nanah yang berbau busuk. Tentu saja, sebetulnya mungkin sudah tampak atau terasa ada gejala atau tanda kanker kandungan. Bila kanker terbentuk di rahim, mungktn perut semakin membesar, selain gejala umum kanker lainnya seperti tambah kurus, wajah pucat, tak nafsu makan. Bila kankernya di leher rahim, perut tidak membuncit. Tanda spesifiknya, mudah terjadi perdarahan vagina. Yang paling sering terjadi, berdarah sehabis berhubungan seks (contact bleeding). Dokter akan melihat mulut rahim yang sudah membusuk dan berdarah yang berarti stadium kanker leher rahim sudah lanjut. Tentu saja berbeda dengan keputihan penyakit, istri yang terkena keputihan normal atau keputihan oleh kanker tidaklah
menular, suami di sini tidak perlu ikut berobat karena keputihannya steril. Suami juga bisa tertular keputihan jika berselingkuh dengan wanita penghibur, dan melakukan kegiatan seks oral yang tidak biasa (fellatio). Bila wanita penghibur mengidap kencing nanah di tenggorokannya, dengan mem-fellatio pria langganannya, akan menularkan penyakit kencing nanahnya ke lelaki pelanggan. Di rumah si suami mengaku tidak pernah berhubungan kelamin dengan wanita lain. Ia tidak tahu kalau sekadar di-fellatio saja pun bisa menularkan penyakit kencing nanah juga. Termasuk kencing nanah di tenggorokan suami bila suami rajin melakukan kegiatan seks dengan wanita penghibur dengan cara tidak biasa juga, yakni menjilat kemaluan wanita (cunnilingus) pengidap kencing nanah. Suami yang sudah tertular secara demikian perlu diobati agar tidak menulari istri. Anak perempuan bisa juga kena keputihan. Kemungkinannya bila pengasuhnya juga mengidap keputihan. Sehabis ia sendiri cebok, si pengasuh tidak membasuh tangan, sehingga bibit penyakit melekat di jemarinya, lalu menceboki anak asuhnya. Dengan cara demikian, bibit penyakit keputihan berpindah ke kemaluan si anak. Di beberapa daerah ada kepercayaan, bila seorang ayah mengidap kencing nanah, supaya sembuh, harus menempelnempelkan kemaluannya ke kemaluan anak perempuannya. Ini pernah diberitakan di beberapa media. Dengan cara demikian si anak malah menderita keputihan penyakit kelamin akibat kencing nanah si ayah.

Minggu, 17 Januari 2010

Anda Ingin Tahu Masalah Candidiasi (Keputihan)

What is a Candidiasi (Keputihan)……????
Keputihan, atau dalam istilah medisnya disebut Fluor albus (fluor=cairan kental, albus = putih) atau Leukorhoea, secara umum adalah: keluarnya cairan kental dari vagina yang bisa saja terasa gatal, rasa panas atau perih, kadang berbau, atau malah tidak merasa apa-apa. Kondisi ini terjadi karena tergangggunya keseimbangan flora normal dalam vagina, dengan berbagai penyebab.
Kandidiasis dikenal juga sebagai keputihan atau Pek Tay. Infeksi ini disebabkan oleh jamur candida Albicans. Tempat utama yang diserang jamur ini adalah mulut dan vagina. Keputihan atau dalam bahasa kedokteran disebut leukore atau flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan secara berlebihan. Dalam keadaan normal, cairan ini tidak sampai keluar, namun belum tentu cairan yang keluar tersebut merupakan suatu penyakit. Infeksi jamur Candida dapat terjadi pada orang dengan kekebalan normal, pada wanita hamil, penderita diabetes dan pada keadaan kekebalan yang menurun pada AIDS serta penderita kanker leukemia.
Ternyata wanita Indonesia yang pernah mengalami penyakit ini sangat besar. 75% Wanita Indonesia pasti mengalami keputihan minimal 1 kali dalam hidupnya. Angka ini berbeda tajam dengan Eropa yang hanya 25% saja. Wanita Indonesia banyak yang mengalami keputihan karena hawa di Tanah Air lembab, sehingga mudah terinfeksi jamur candida albican penyebab keputihan. Sedangkan di Eropa, hawanya kering. Banyak perempuan Indonesia yang tidak tahu bagaimana mengobati keputihan dengan bijak. Banyak dari mereka menggunakan obat-obatan yang beredar bebas di pasaran tanpa konsultasi dengan dokter lebih dulu.

Gejala Keputihan
Gejala keputihan dibagi 2 kelompok, yakni: gejala Keputihan yang bukan penyakit (non patologis), dan gejala keputihan yang disebabkan penyakit (patologis).

Gejala keputihan bukan karena penyakit :
• Cairan dari vagina berwarna bening
• Tidak berwarna, Tidak berbau, Tidak gatal
• Jumlah cairan bisa sedikit, bisa cukup banyak
Gejala keputihan karena penyakit :
• Cairan dari vagina keruh dan kental
• Warna kekuningan, keabu-abuan, atau kehijauan
• Berbau busuk, anyir, amis, terasa gatal
• Jumlah cairan banyak

Bagaimana mencegah Keputihan ?
Menjaga kebersihan vagina (bersihkan dengan air bersih, sedangkan pemakaian cairan antiseptik hanya atas saran dokter).
Hindari celana dalam ketat terutama yang berbahan nylon, sebaiknya pakai bahan katun dan jangan lupa ganti setiap hari.
Membasuh atau membilas vagina dari depan ke belakang. Menghindari duduk di toilet umum (kecuali terpaksa, setelahnya bilas dengan air bersih sampai bersih) Ganti pembalut (di kala menstruasi) tepat waktu, dll.

Pesan Untuk Para Pria
Jika suatu saat pasangan anda mengalami keputihan, jangan merasa curiga atau menunjukkan muka masam cara terbaik yang harus anda lakukan adalah Bantulah pasangan anda untuk mengatasi masalah tersebut, bukan malah menambah kepanikan. Bisa saja keputihan yang dialami pasangan disebabkan non patologis, misalnya karena kecemasan. Kecemasan itupun banyak faktor pencetusnya. ContohNya: sedang banyak pekerjaan, lembur tiap hari atau jangan-jangan uang belanja kurang dan lain-lain. Intinya, jangan terlalu risau tapi jangan pula memandang sepele. Langkah terbaik adalah menghubungi dokter. Sebagai tambahan keputihan yang disebabkan bukan penyakit, misalnya karena alat kontrasepsi atau sebab lainnya, boleh saja berhubungan intim, tidak berpengaruh.

Attention….?
Keputihan tidak menyebabkan Kanker tetapi keputihan yang disebabkan penyakit dan dibiarkan tidak diobati sampai lama, adakalanya menyebabkan kemandulan karena penyebaran infeksi. Sedangkan keputihan yang bukan karena penyakit, tidak menyebabkan kemandulan.

Penyebab Keputihan
Seperti halnya gejala keputihan, penyebab terjadinya Keputihan dapat disebabkan kondisi non patologis (bukan penyakit), dan kondisi patologis (karena penyakit).

Penyebab Non Patologis (bukan penyakit) :
Saat menjelang Menstruasi, atau setelah Menstruasi
Rangsangan Seksual, saat wanita hamil
Stress, baik fisik maupun psikologis
Penyebab Patologis (karena penyakit) :
Infeksi Jamur (kebanyakan jamur Candida albicans )
Infeksi bakteri (kuman E. coli, Sthaphilococcos )
Infeksi Parasit jenis Protozoa (umumnya Trichomonas vaginalis )
Penyebab lain bisa karena infeksi Gonorhoe (GO / Kencing nanah ), Bisa pula karena sakit yang lama, kurang gizi, anemia, dan faktor kebersihan.

Hal lain yang juga dapat menyebabkan keputihan antara lain :
Pemakaian tampon vagina, celana dalam terlalu ketat, alat kontrasepsi, rambut yang tidak sengaja masuk ke vagina, pemakaian antibiotika yang terlalu lama dan lain-lain. Kanker leher rahim juga dapat menyebabkan keputihan, tetapi bukan berarti keputihan menyebabkan kanker. Informasi lebih lanjut bertanya kepada ahlinya adalah tindakan yang bijaksana.

Pengobatan
Pengobatan keputihan sudah barang tentu bergantung kepada penyebabnya. Untuk keputihan ringan, cukup dengan membersihkan dengan antiseptik vagina sesuai anjuran dokter anda. Sedangkan keputihan akibat infeksi, mutlak diperlukan anti infeksi. Pemilihan anti infeksi disesuaikan dengan jenis mikro-organismenya. Jika penyebabnya jamur, maka diberikan pengobatan anti jamur, jika karena bakteri diberikan antibiotik (sesuai jenis kuman), jika penyebabnya protozoa (Trichomonas vaginalis) diberikan obat anti parasit dan seterusnya.
Dalam pemilihan obat-obat di atas sebaiknya berdasarkan jenis mikro-organisme penyebab keputihan. Caranya dengan memeriksa cairan vagina untuk mengetahui jenis mikro-organisme. Sedangkan pemeriksaan lebih spesifik dan akurat untuk keputihan karena kuman adalah test kepekaan kuman. Test kepekaan ini dapat ditentukan jenis antibiotikanya.

Terapi Farmakologi:
Pemberian anti jamur biasanya berasal dari kelas azole derivate seperti ketokenazol (ketokenazole OG, Nizoral), Fluconazole (Diflucan), dan Itrakonazole (Sporanox).

1. Ketokenazole
Mekanisme kerja: mengubah permeabilitas dinding sel dengan menghambat cytochrome P450, menghambat biosintesis trigliserida dan fosfolipid jamur, menghambat beberapa enzim jamur, sehinggga konsentrasi hydrogen peroksida mencapai kadar toksik, menghambat sintesis androgen. Sebagai turunan imidazole, ketokenazole mempunyai aktifitas antijamur yang baik sistemik maupun nonsistemik, efektif terhadap candida, coccidioides immitis, Cryptococcus neoformans, H.Capsulatum, Aspergillus, dan Sporothrix spp.
Farmakokinetik: ketokenazole merupakan antijamur sistemik peroralyang diserap baik oleh melalui saluran cerna dan menghasilkan kadar plasmayang cukup untuk menekan aktivitas berbagai jenis jamur. Penyerapan melalui saluran cerna akan berkurang pada penderita dengan pH lambung yang tinggi atau bersama antasida. Pengaruh makanan tidak begitu nyata terhadap penyerapan ketokonazol. Setelah pemberian oral, obat ini ditemukan dalam urin, kelenjar lemak, air ludah dan pada kulit yang mengalami infeksi. Kadar ketokonazol dalam cairan otak sangat kecil dan hanya ditemukan pada infeksi selaput otak. Dalam plasma 84% ketokonazol berikatan dengan protein plasma terutama albumin. Sebanyak 15% berikatan dengan sel darah dan 1% dalam bentuk bebas. Sebagian besar dari obat ini mengalami metabolisme lintas pertama. Diduga ketokonazol diekskresikan bersama cairan empedu ke lumen usus dan hanya sebagian kecil saja yang dikeluarkan bersama urin, semuanya dalam bentuk metabolit yang tidak aktif. Gangguan ginjal dan faal hati yang ringan tidak mempengaruhi kadarnya dalam plasma.
Indikasi: Mukosa sistemik, kandidiasis mukokutan resisten yang kronis, mukosa saluran cerna resisten serius, kandidiasis vaginal resisten yang kronis, infeksi dematofia pada kulit atau kuku tangan (tidak pada kuku kaki), profilaksis mikosa pada pasien imunosupresan.
Peringatan: Lakukan uji fungsi hati secara klinis dan secara biokimia untuk pengobatan yang berlangsung lebih dari 14 hari lakukan uji fungsi hati sebelum memulainya, 14 hari setelah dimulai kemudian selang sebulan sekali. Hindari pada porforia.
Interaksi obat: interaksi antimikroba, (antifungi, imidazole, dan triazol). Aritmia, Hindari pemberian bersama dengan astemizol atau terfenadina. Juga dihindari pemberian bersama cisaprid.
Kontaraindikasi: gangguan hati; kehamilan (teratogenitas pada hewan, pada kemasan cantumkan peringatan kehamilan) dan menyusui.
Efek samping: mual, muntah, nyeri perut, sakit kepala, ruam, urtikaria, pruritus, jarang trombositopenia, parestesia, fotofobia, pusing, kerusakan hati.
Peringatan: resiko terbentuknya hepatitis lebih besar jika diberikan lebih dari14 hari.
Dosis: Dewasa 200mg/hari bersama makan, biasanya untuk 14 hari.

2. Flukonazole
Mekanisme kerja: Mempengaruhi aktifitas Cytochrome P450, menurunkan sintesa ergosterol (sterol utama pada membran sel jamur) dan menghambat pembentukan membrane sel.
Farmakokinetik: Distribusi ke seluruh tubuh, menembus dengan baik CSS, mata, cairan peritorial, dahak, kulit dan urin. Difusi relativ dari darah ke CSS adekuat dengan atau tanpa inflamasi. Ikatan protein plasma 11-12%. Biovabilitas oral >90%. Waktu paruh eliminasi pada fungsi ginjal normal sekitar 30 jam. Waktu untuk mencapai puncak di serum lewat oral 1-2 jam. Ekskresi lewat urin (80% dalam bentuk utuh).
Indikasi: Lihat dalam dosis.
Peringatan: Gangguan ginjal, kehamilan (dosis tinngi menyebabkan teratogenik pada hewan) dan menyusui, peningkatan enzim hati.
Efek samping: Nausea, sakit perut, kadang lambung, gangguan enzim hati, kadang-kadang ruam, angioudem, anafilaksis, lesi bulosa, nekrolisis epidermal toksik, sindrom Stevens-Johnsons pada pasien AIDS.
Dosis: 50 mg, 200 mg.

3. Itrakonazol
Mekanisme Kerja: Anti jamur sistemik turunan triazol yang erat hubungannya dengan ketokonazol juga dapat diberikan per oral. Aktifitas antijamurnya diduga lebih lebar sedangkan efek samping yang ditimbulkan lebih kecil dibandingkan dengan ketokonazol.
Farmakokinetik: Itrakonazol akan diserap lebih sempurna melalui saluran cerna, bila diberikan bersama makanan. Dosis 100 mg/hari selama 15 hari akan menghasilkan kadar puncak sebesar 0,5 ug/ml. Kadar ini lebih rendah dari kadar ketokonazol dengan dosis sama, tetapi kadar itrakonazol dalam jaringan lebih tinggi. Waktu paruh eliminasi obat ini 36 jam (setelah 15 hari pemakaian).
Indikasi: Kandidosis orofarigis dan vulvo vaginal, ptyrisis versicolor, infeksi dermatofita lainnya, oncychomycosis, histoplasmosis, terapi alternative bila antijamur lain tidak cocok atau tidak efektif pada infeksi sistemik aspergilosis, kriptokosis, kandidosis termasuk meningitis, terapi pemeliharaan pada pasien AIDS, profilaksis infeksi jamur pada neutropenia bila terapi standar tidak cocok.
Peringatan: Hindari pemakaian pada riwayat gangguan fungsi hati. Pemeriksaan fungsi hati harus dilakukan bila pengobatan lebih dari 1 bulan atau bila timbul mual, anoreksia, muntah, lelah, sakit perut, atau urin berwarna gelap, gangguan fungsi ginjal, absorbs berkurang pada penderita AIDS dan neuropati perifer, kehamilan dan ibu menyusui.
Interaksi: Hindarkan penggunaan bersamaan dengan astemizol terfenadin dan cisaprin.
Efek samping: Mual, sakit perut, dyspepsia, konstipasi, sakit kepala, pusing, ruam, utikaria, angiodem, hepatitis dan ikterus kolestatik.
Dosis: 100 mg/hari.

Terapi non farmakologi:
• Penyakit keputihan sebenarnya dapat dicegah. Disarankan agar menjaga area genital tetap kering dan bersih. Kebanyakan kasus keputihan didiagnosis dan diobati sendiri oleh penderita (self-diagnose and treatment). Sebab, banyak wanita merasa malu mengutarakan penyakitnya atau beranggapan bahwa keputihan merupakan hal yang wajar dan tidak perlu diobati.

Jumat, 15 Januari 2010

ASAM URAT

ASAM URAT

Gout atau asam urat merupakan penyakit yang ditandai oleh kelebihan asam urat dalam darah. Kelebihan asam urat ini mengarah pada pembentukan kristal urat yang akan tertimbun dalam jaringan tubuh terutama sendi. Ketika kristal urat ini masuk ke dalam sendi akan mengakibatkan serangan berulang dalam bentuk peradangan sendi (arthritis). Gout kronik juga dapat mengakibatkan timbunan yang keras di dalam maupun diluar sendi dan dapat menyebabkan kerusakan sendi, menurunkan fungsi ginjal dan menyebabkan terjadinya batu ginjal. Penyakit gout memiliki perbedaan yang unik dari setiap orang. Hal ini berhubungan dengan keabnormalan tubuh dalam memetabolisme asam urat. Asam urat merupakan produk metabolisme purin dan pada manusia biasanya diekskresi bersama air seni. Secara normal setiap individu memproduksi 600 – 800 mg asam urat setiap hari dan diekskresi 600 mg dalam urin. Individu yang mengeluarkan kurang dari 600 mg pada diet purin diangggap overproduksi asam urat dimana kadar asam urat normal laki-laki <>

Umumnya gout menyerang ibu jari kaki, tetapi juga mungkin terjadi di kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan, jemari, siku. Gejalanya meliputi rasa nyeri hebat yang terjadi tiba-tiba, sehingga menimbulkan kesulitan berjalan. Persendian yang terkena menjadi nyeri, kemerahan, bengkak dan terasa hangat. Serangan gout terjadi beberapa jam sehari. Ketika serangan itu terjadi, badan terasa menggigil, demam, sakit. Jika tidak segera diobati, gejala-gejala itu akan memburuk dan menyebabkan kecacatan.

Gejala Asam Urat

  • Kesemutan dan linu
  • Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur
  • Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.

PENGOBATAN GOUT / ASAM URAT

Terapi non obat

- pasien disarankan mengurangi asupan makanan yang mengandung tinggi purin (misalnya organ, kacang-kacangan), alkohol dan menurunkan berat badan bila obesitas.

Terapi obat

Indometazin dan NSAID (Non-Steroid Anti Inflammatory Drugs) lainnya

Indometasin sama efektifnya dengan kolkisin pada terapi akut gout arthritis dan lebih banyak digunakan karena toksisitas akut pada saluran pencernaan terjadi lebih kecil dibandingkan kolkisin.

Regimen dosis NSAID untuk pengobatan gout akut :

Nama obat

Dosis dan frekuensi pemberian

Fenoprofen

800 mg tiap 6 jam

Flurbiprofen

100 mg 4 kali sehari selama 1 hari. Dilanjutkan 50 mg 4 kali sehari

Ibuprofen

600 – 800 mg 4 kali sehari

Ketoprofen

50 mg 4 kali sehari atau 75 mg 3 kali sehari

Meclofenamat

100 mg 3-4 kali sehari

Naproxen

Dosis awal 750. kemudian 250 tiap 8 jam

Piroxicam

40 mg dalam dosis terbagi

Sulindac

200 mg 2 kali sehari

tolmetin

400 mg 3-4 kali sehari

Beberapa NSAIDs (NonSteroid Antiinflamasi Drugs) yang lain efektif untuk mengatasi inflamasi gout akut. Penggunaan NSAIDs perlu diperhatikan pada individu dengan riwayat tukak peptik, gagal jantung, gagal ginjal dan penyakit jantung koroner.

Kolkisin

Kolkisin sering diberikan dalam dosis oral dengan dosis awal 1 mg, dilanjutkan 0,5 mg setiap 2 jam sampai gejala berkurang atau sampai pasien mengalami mual atau diare. Dimana total dosis pemberian 8 mg. Masalah utama pemberian kolkisin adalah gangguan pencernaan 50% – 80% pasien setelah pemberian kolkisin setelah serangan. Kolkisin sebaiknya diberikan kontinyu tiap 7 hari setelah pemberian terapi oral untuk mengurangi resiko toksisitas sumsum tulang. Dosis dikurangi 50% pada pasien dengan klirens kreatinin antara 10-50 ml/menit.

Glukokortikoid

Glukokortikoid seperti prednisone, metilprednisolon digunakan untuk serangan akut arthritis. Prednisone 30-60 mg peroral sehari sekali mungkin digunakan pada pasien dengan komplikasi sendi. Pemberian dosis harus bertahap.

Triamsinolon hexacetinoid 20 – 40 mg diberikan intra-artikular berguna untuk serangan akut pada salah satu sendi.

Probenesid dan sulfinpyrazone

Probenesid dan sulfinpyrazone meningkatkan klirens ginjal untuk mengeluarkan asam urat dengan menghambat reabsorbsi asam urat di tubular ginjal. Probenesid diberikan dengan dosis awal 250 mg dua kali sehari selama 1-2 minggu, kemudian 500 mg dua kali sehari selama 2 minggu. Dosis awal sulfinpirazon 50 mg dua kali sehari selama 3-4 minggu, kemudian 100 mg dua kali sehari, ditingkatkan dosis sehari dengan peningkatan 100 mg tiap minggu sampai 800 mg per hari.

Allopurinol

Allopurinol merupakan inhibitor xantin oksidase dengan menghambat pembentukan hipoxantin menjadi xantin dan xantin menjadi asam urat. Karena waktu paruhnya yang panjang, allopurinol dapat diberikan sehari sekali. Allopurinol merupakan obat pilihan antihiperurisemia pada pasien dengan riwayat batu urat atau gangguan fungsi ginjal.

Makanan yang Dihindari (mengandung banyak purin)

  • Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.
  • Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.
  • Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.
  • Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
  • Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
  • Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis.
  • Buah-buahan seperti durian, alpukat, nanas, air kelapa.
  • Minuman dan makanan yang mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, tuak.

Rabu, 13 Januari 2010

Air Kelapa Obat Sariawan

Air Kelapa Obat Sariawan
Saya termasuk orang yang paling sering dihinggapi sariawan, dari kecil hingga dewasa. Sariawan pun datang kadang 1-2 bulan sekali, berbagai obat sudah digunakan untuk menyembuhkan sariawan. Kadang memberikan efek menyembuhkan kadang malah bikin parah. Sekarang penyakit sariawan tak berani nongol lagi, kalau pun ada sariawan pun tak betah berlama-lama.

Penyakit sariawan (chanker sores, ulkus aftosa) memiliki nama yang bermacam-macam sesuai dengan jenis dan penyebab dari sariawan. Sariawan disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain bakteri, jamur, alergi makanan, asam lambung, kurang vitamin, fisik: tergigit, digigit :) dll. Obat sariawan pun beraneka ragam dari yang tradisional sampai yang modern. Secara medis obat sariawan yang sering digunakan adalah anti histamin, steroid, anti jamur, anti bakteri, vitamin c. Bentuk kemasan pun beraneka ragam: tablet, tablet hisap, larutan, sachet, dll. Dengan nama yang beraneka ragam dari Albothyl sampai Adem Sari. Tanda dan gejala dari sariawan pun bermacam-macam.

Berdasarkan pengalaman saya sendiri, obat sariawan yang sangat murah meriah dan memberikan efek yang sangat cepat dan terbukti manjur adalah Air Kelapa, lebih baik lagi Air Kelapa Hijau. Air kelapa mengandung berbagai vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.

Jika ada yang kena sariawan, silakan dicoba dengan air kelapa. Selain memberikan efek mempercepat penyembuhan (kuratif) sariawan, juga dapat digunakan untuk pencegahan (preventif) selain itu juga dapat menyehatkan, dan menyegarkan badan. Tapi jangan keseringan, apa pun kalau kelewat bisa berefek negatif lho.